KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus mempercepat pembangunan serta pembenahan sistem drainase di berbagai wilayah untuk mengurangi potensi genangan saat musim hujan tiba.
Tahun ini, sekitar 30 titik drainase masuk dalam program penanganan dengan total anggaran kurang lebih Rp7 miliar.
Dana pembangunan tersebut berasal dari dana cukai dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kudus.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan kawasan yang selama ini diketahui memiliki tingkat kerawanan genangan cukup tinggi.
Kepala Bidang Tata Bangunan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Hammad Riza, mengatakan pengerjaan di sebagian besar lokasi telah menunjukkan perkembangan lebih dari 50 persen.
Menurutnya, seluruh proyek yang saat ini berjalan diupayakan dapat rampung sebelum curah hujan meningkat. Langkah tersebut dilakukan agar kapasitas saluran air lebih siap menghadapi datangnya musim hujan.
Salah satu lokasi dengan perkembangan pekerjaan paling tinggi berada di Jalan Wahidin dan Jalan Wahid Hasyim. Pembangunan drainase pada dua ruas jalan tersebut saat ini telah mencapai sekitar 96 persen.
Total saluran drainase yang ditangani di kedua lokasi tersebut memiliki panjang sekitar 465 meter.
“Progresnya sudah sekitar 96 persen. Tinggal pemasangan grill inlet, perapian dan pembersihan. Kami targetkan bulan ini bisa selesai 100 persen,” ujar Hammad.
Pemkab Kudus berharap perbaikan dan pembangunan drainase di sejumlah titik tersebut dapat meningkatkan kelancaran aliran air, sekaligus menekan potensi genangan yang kerap muncul ketika hujan dengan intensitas tinggi. (dik)
Editor : Ali Mustofa