Dies Natalis ke-60, UIN Sunan Kudus Kukuhkan Dua Guru Besar

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 17:50 WIB
LUNCURKAN: Civitas akademika UIN Sunan Kudus beserta perwakilan Pemkab Kudus memencet tombol sebagai peluncuran simbolis. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
LUNCURKAN: Civitas akademika UIN Sunan Kudus beserta perwakilan Pemkab Kudus memencet tombol sebagai peluncuran simbolis. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Dies Natalis ke-60 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menjadi momentum memperkuat tradisi akademik kampus. Dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar Senin (10/8), UIN Sunan Kudus mengukuhkan dua guru besar sekaligus meluncurkan buku bunga rampai yang melibatkan 87 penulis.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Lab Terpadu tersebut menjadi bagian dari puncak peringatan enam dekade perjalanan UIN Sunan Kudus. Selain pengukuhan guru besar dan peluncuran buku, agenda juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada mahasiswa berprestasi serta tiga jurnal ilmiah yang berhasil meraih peringkat SINTA.

Dua guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Adri Effery sebagai Guru Besar Bidang Kepemimpinan Pendidikan Islam dan Prof. Ma’mun Mu’min sebagai Guru Besar Bidang Kepakaran Ilmu Tafsir.

Baca Juga: Delapan Mahasiswa KPI UIN Sunan Kudus Rampungkan Program PPL Satu Bulan di Radar Kudus

Pengukuhan tersebut menambah kekuatan sumber daya akademik UIN Sunan Kudus sekaligus menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul di kawasan Pantura Timur.

Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Abdurrohman Kasdi, mengatakan momentum usia ke-60 tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan institusi, tetapi juga meneguhkan arah pengembangan kampus ke depan.

Menurutnya, capaian yang diraih UIN Sunan Kudus merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika. Transformasi dari IAIN Kudus menjadi UIN Sunan Kudus pada Mei 2025 juga menjadi babak penting dalam perjalanan tersebut.

“Transformasi IAIN Kudus menjadi UIN Sunan Kudus bukan sekadar perubahan status kelembagaan. Ini adalah babak baru PTKIN Pantura Timur. Kita memasuki fase baru untuk menghadirkan perguruan tinggi Islam yang memiliki mandat keilmuan lebih luas dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban,” ujarnya.

Baca Juga: Momen Haru Warnai Prosesi Wisuda UIN Sunan Kudus, Kakak dan Ibunda Calon Wisudawan Wakili Terima Ijazah

Seiring perubahan status tersebut, UIN Sunan Kudus dituntut memperkuat kualitas akademik dan memperluas kontribusinya. Salah satunya melalui pengembangan sumber daya manusia, riset, publikasi ilmiah, dan karya intelektual.

“UIN Sunan Kudus harus menjadi cahaya ilmu bagi Pantura Timur. Dari Kudus, kita ingin membangun pusat keunggulan akademik, melahirkan generasi intelektual yang berkarakter, memperkuat riset dan inovasi, serta menghadirkan lulusan yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Selain pengukuhan dua guru besar, Dies Natalis ke-60 UIN Sunan Kudus juga ditandai dengan peluncuran buku bunga rampai berjudul Spirit Sunan Kudus dan Islam Kosmopolitan untuk Peradaban Masa Depan.

Buku tersebut menjadi karya kolaboratif yang melibatkan 87 penulis dari kalangan profesor, akademisi, intelektual, dan peneliti. Dengan ketebalan mencapai 1.048 halaman, buku itu menghimpun berbagai gagasan mengenai Islam kosmopolitan dan tantangan peradaban masa depan.

Ia menjelaskan, peluncuran buku menjadi salah satu penanda bahwa peringatan enam dekade UIN Sunan Kudus tidak berhenti pada seremoni. Perjalanan institusi juga direfleksikan melalui karya intelektual yang merekam pemikiran dan gagasan mengenai masa depan Islam serta peradaban.

(Plt) Kepala Dinas Disdikpora Kabupaten Kudus , Anggun Nugroho, S.T., M.M memberikan Buku Bunga Rampai, Spirit Sunan Kudus dan Islam Kosmopolitan untuk Peradaban Masa Depan kepada rektor UIN Sunan Kudus.
(Plt) Kepala Dinas Disdikpora Kabupaten Kudus , Anggun Nugroho, S.T., M.M memberikan Buku Bunga Rampai, Spirit Sunan Kudus dan Islam Kosmopolitan untuk Peradaban Masa Depan kepada rektor UIN Sunan Kudus.

Kehadiran dua guru besar baru dan buku yang melibatkan puluhan penulis tersebut sekaligus memperlihatkan penguatan tradisi akademik di lingkungan UIN Sunan Kudus.

Di sisi lain, rangkaian Sidang Senat Terbuka juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi. Penghargaan diberikan sebagai bentuk penghormatan atas capaian mahasiswa yang telah mengharumkan nama kampus melalui berbagai prestasi.

Kasdi menambahkan, penghargaan juga diberikan kepada tiga jurnal ilmiah di lingkungan UIN Sunan Kudus yang berhasil meraih peringkat SINTA. Capaian tersebut menjadi apresiasi terhadap pengelola jurnal dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah sekaligus memperkuat budaya riset di lingkungan kampus.

Transformasi menjadi universitas pun diharapkan tidak hanya membawa perubahan kelembagaan, tetapi juga mendorong lahirnya lebih banyak guru besar, karya ilmiah, riset, inovasi, dan lulusan yang mampu memberi kontribusi lebih luas bagi masyarakat. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
Dies Natalis UIN Kudus dua guru besar UIN Kudus Prof Adri Effery Prof Ma’mun Mu’min uin sunan kudus