Bikin Haru, 4 Remaja Pembawa Sajam Berlutut dan Minta Maaf kepada Orang Tua di Mapolres Kudus

Ali Mustofa • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 10:42 WIB
TIDAK UNTUK DITIRU: Polisi dan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyerahkan remaja yang membawa sajam. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)
TIDAK UNTUK DITIRU: Polisi dan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyerahkan remaja yang membawa sajam. (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

KUDUS – Empat remaja yang kedapatan membawa senjata tajam dan diduga hendak terlibat tawuran mendapatkan pembelajaran berharga setelah diamankan polisi.

Mereka kemudian dipertemukan dengan orang tua masing-masing di Mapolres Kudus untuk mendapatkan pembinaan.

Keempat remaja tersebut sebelumnya terekam kamera pengawas saat mengendarai sepeda motor sambil membawa senjata tajam di wilayah Kecamatan Dawe.

Polisi menduga mereka hendak melakukan aksi tawuran antarkelompok.

Menindaklanjuti rekaman tersebut, petugas bergerak cepat hingga berhasil mengamankan para remaja berikut barang bukti senjata tajam.

Keempatnya masing-masing berinisial MA (17), AW (15), MF (15), dan MC (16). Polisi kemudian menghadirkan orang tua mereka ke Mapolres Kudus untuk mengikuti proses pembinaan.

Dalam pertemuan tersebut, para remaja diminta berlutut di hadapan orang tua masing-masing dan menyampaikan permintaan maaf.

Suasana haru pun terlihat ketika sejumlah remaja dan orang tua mereka tak mampu menahan air mata.

Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo mengatakan, para remaja tersebut merupakan generasi muda yang masih berada dalam tahap mencari jati diri.

Menurutnya, kenakalan remaja tidak semestinya menjadi label permanen karena anak-anak membutuhkan pendampingan dan arahan dari orang tua.

“Tidak ada anak yang sejak lahir sudah menjadi anak nakal. Karena itu, orang tua perlu memberikan pendampingan dan mengarahkan anak-anak pada aktivitas yang positif,” ujarnya.

Wahyu juga menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Kudus dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat, termasuk rencana menghadirkan rumah pelayanan dan aman.

“Kami mendukung program Bupati Kudus terkait rumah pelayanan dan aman. Tentu pelayanan tersebut akan kami dukung,” katanya.

Ia menambahkan, kepolisian siap mendukung berbagai kebijakan pemerintah daerah yang bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Mengenai penerapan jam malam bagi remaja, kebijakan tersebut masih akan dibahas lebih lanjut oleh pemerintah kabupaten.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengembalikan anak-anak yang melakukan pelanggaran hukum kepada orang tua untuk mendapatkan pembinaan.

Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam mendampingi anak-anak tersebut agar tidak kembali melakukan perbuatan serupa.

“Kami akan menjadi duta. Rata-rata anak-anak ini hanya ikut-ikutan. Salah satu pemicunya juga pengaruh media sosial,” kata Sam’ani. (gal)

Editor : Ali Mustofa
terlibat tawuran generasi muda polisi aksi tawuran Kudus