Gelar Pilketos Serentak Pertama di Jateng, Latih Demokrasi Pelajar

Andika Trisna Saputra • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 21:43 WIB
PAPARAN: Ketua KPU Kabupaten Kudus Ahmad Amir Faisol memaparkan materi Pilketos sebagai bekal para pemilih di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (28/7). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
PAPARAN: Ketua KPU Kabupaten Kudus Ahmad Amir Faisol memaparkan materi Pilketos sebagai bekal para pemilih di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (28/7). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KOTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus resmi meluncurkan tahapan Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Serentak tingkat SLTA se-Kabupaten Kudus 2026 di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (28/7).

Program tersebut menjadi yang pertama di Jawa Tengah dan digagas sebagai sarana pendidikan politik sekaligus miniatur pelaksanaan pemilu bagi para pelajar.

Pelaksanaan Pilketos serentak ini akan diikuti 91 sekolah tingkat SLTA yang terdiri atas 18 SMA, 29 SMK, empat SMA Luar Biasa (SMALB), serta 40 MA/MAN.

Seluruh sekolah dijadwalkan menggelar pemungutan suara secara serentak pada 16 September 2026, sedangkan pelantikan ketua OSIS terpilih akan dilaksanakan di masing-masing sekolah. 

KPU juga berencana mengusulkan agenda pengukuhan bersama di Pendapa Kabupaten Kudus.

Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton mengapresiasi inisiatif KPU Kudus tersebut.

Menurutnya, program itu menjadi media pembelajaran demokrasi bagi pelajar yang belum memiliki pengalaman mengikuti pemilu.

"Ini merupakan program yang sangat bagus karena mengajarkan adik-adik kita bagaimana proses pemilihan berlangsung. Ini adalah miniatur pemilu dan pilkada. Mereka akan belajar mulai dari pembentukan oanitia, tahapan pemilihan, hingga akhirnya terpilih seorang ketua OSIS," ujarnya.

Bellinda mengatakan, pendidikan demokrasi sejak usia sekolah penting untuk menumbuhkan pemahaman mengenai hak dan tanggung jawab sebagai pemilih.

Dengan begitu, generasi muda tidak hanya mengenal proses pemilu secara teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung.

Ia berharap pengalaman tersebut mampu meningkatkan kualitas demokrasi di Kabupaten Kudus pada masa mendatang.

Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam Pilketos serentak menjadi investasi untuk meningkatkan kesadaran politik generasi muda.

"Harapan saya tingkat demokrasi di Kabupaten Kudus semakin meningkat. Program seperti ini menjadi langkah yang baik agar adik-adik kita belajar dan memahami makna demokrasi," katanya.

Bellinda juga menyoroti pentingnya partisipasi perempuan, khususnya di kalangan pelajar.

Ia mendorong para siswa mengikuti seluruh tahapan Pilketos dengan sungguh-sungguh agar memahami proses demokrasi secara utuh.

"Kepada adik-adik saya, ikuti program ini dengan baik, step by step. Harapannya, pada pemilu dan pilkada berikutnya tingkat partisipasi masyarakat bisa meningkat," ucapnya.

Ia menyebut tingkat partisipasi pemilih pada penyelenggaraan pemilu sebelumnya di Kabupaten Kudus telah mencapai sekitar 86 persen.

Dengan adanya pendidikan demokrasi melalui Pilketos serentak, Bellinda optimistis angka tersebut dapat meningkat pada pemilu mendatang.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kudus Ahmad Amir Faisol menjelaskan bahwa Pilketos serentak dirancang sebagai inovasi pendidikan demokrasi.

Diharapkan dapat menjadi percontohan bagi KPU kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.

"Sepengetahuan kami, belum ada KPU di Jawa Tengah yang menggelar pemilihan ketua OSIS secara serentak tingkat kabupaten. Kami berharap ini bisa menjadi role model," ujarnya.

Ia mengungkapkan, keberhasilan pelaksanaan program tersebut tidak lepas dari dukungan Pemkab Kudus, termasuk penerbitan surat edaran kepada sekolah-sekolah agar berpartisipasi aktif.

Menurut Faisol, terdapat tiga tujuan utama dari pelaksanaan Pilketos serentak.

Yakni meningkatkan indeks demokrasi, mendorong kenaikan partisipasi pemilih, serta membangun kesadaran generasi muda terhadap proses demokrasi sejak dini.

"Anak-anak akan mengenal teknis penyelenggaraan pemilu mulai dari proses pencalonan, pembentukan panitia, kampanye, pemungutan suara, hingga penghitungan suara melalui Pilketos di sekolah masing-masing," jelasnya.

Ia menambahkan, tantangan terbesar ke depan adalah membangun kepedulian Generasi Z dan generasi milenial agar tidak apatis terhadap pelaksanaan pemilu maupun pilkada.

Melalui pengalaman langsung dalam Pilketos, KPU berharap para pelajar tumbuh menjadi pemilih yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab ketika telah memiliki hak pilih pada pemilu mendatang. (dik)

Editor : Andika Trisna Saputra
SLTA pemkab Pilketos Kudus KPU