RADAR KUDUS, Di tengah berkembangnya destinasi wisata kreatif, Galeri Seni Menara Kudus hadir sebagai ruang yang memadukan seni, edukasi, dan pelestarian budaya Islam. Berlokasi di kawasan utara Masjid Menara Kudus, galeri yang berdiri sejak 2017 ini menawarkan pengalaman belajar kaligrafi sekaligus mengenalkan sejarah Menara Kudus kepada masyarakat.
Pengelola Galeri Seni Menara Kudus, Kak Huda, menjelaskan bahwa galeri tidak hanya difungsikan sebagai tempat memamerkan karya seni, tetapi juga sebagai pusat wisata edukasi. Berbagai koleksi kaligrafi, lukisan ekspresionis, hingga karya bertema Menara Kudus dipajang untuk memperkenalkan nilai seni dan budaya kepada pengunjung.
Menurutnya, konsep wisata edukasi dipilih agar masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, dapat belajar secara langsung mengenai seni kaligrafi. Pengunjung dikenalkan mulai dari huruf Arab, huruf Pegon, teknik dasar menulis kaligrafi, hingga proses pembuatan mushaf Al-Qur'an.
"Kaligrafi bukan hanya tentang keindahan tulisan, tetapi juga menjadi sarana belajar, melatih kesabaran, dan mengenalkan budaya Islam kepada generasi muda," ujar Kak Huda.
Selain melihat koleksi karya, pengunjung juga dapat mengikuti praktik menulis kaligrafi. Setelah kegiatan selesai, peserta memperoleh lembar latihan agar dapat terus berlatih di rumah.
Melalui karya-karya bertema Menara Kudus, pengunjung juga diajak memahami sejarah berdirinya Menara Kudus sebagai peninggalan Sunan Kudus. Penjelasan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai sejarah dan kearifan lokal kepada wisatawan.
Galeri Seni Menara Kudus menyediakan beberapa paket edukasi, di antaranya belajar estetika kaligrafi menggunakan media glitter, latihan kaligrafi dengan buku panduan, hingga kegiatan melukis kaligrafi. Program tersebut kerap diikuti oleh sekolah maupun peserta kegiatan pendidikan dan keagamaan.
Mayoritas peserta edukasi berasal dari masyarakat sekitar. Kak Huda mengatakan galeri membuka kelas privat edukasi kaligrafi secara gratis setiap hari Jum'at pada pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diminta mengirimkan hasil karyanya sebagai bentuk evaluasi dan pendampingan.
Dalam perjalanannya, Galeri Senilai Kudus dikelola secara mandiri, namun mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kudus melalui berbagai kesempatan mengikuti pameran di sejumlah daerah. Dukungan tersebut turut membantu memperkenalkan galeri sebagai salah satu destinasi wisata edukasi berbasis seni dan budaya di Kudus.
Meski demikian, tantangan masih dihadapi, baik dalam meningkatkan minat masyarakat mengikuti kegiatan edukasi maupun memasarkan karya seni yang dihasilkan.
Untuk kedepanya, Galeri Senilai Kudus akan terus memperluas program sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk mengajak generasi muda mencintai seni kaligrafi dan budaya lokal. Kak Huda berharap keberadaan galeri dapat menjadi wadah pembelajaran yang semakin dikenal masyarakat serta mampu melahirkan generasi yang peduli terhadap pelestarian warisan budaya Islam.(Sakdiyah)
Editor : Mahendra Aditya