Harumkan Indonesia di Thailand, Murid MAN 2 Kudus Sabet Silver Medal ASEAN Science Project Competition 2026

Redaksi Radar Kudus • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 14:38 WIB
BIKIN BANGGA: Siswa MAN 2 Kudus menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih Silver Medal pada ajang ASEAN Science Project Competition (ASPC) 2026 di Thailand pada 7–11 Juli 2026.
BIKIN BANGGA: Siswa MAN 2 Kudus menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih Silver Medal pada ajang ASEAN Science Project Competition (ASPC) 2026 di Thailand pada 7–11 Juli 2026.

KUDUS - MAN 2 Kudus mengawali tahun ajaran 2026/2027 dengan torehan prestasi membanggakan di tingkat internasional.

Capaian ini menjadi wujud nyata komitmen madrasah dalam menguatkan budaya riset, prestasi akademik, serta mewujudkan MAN 2 Kudus sebagai madrasah yang aman, nyaman, mendunia, dan senantiasa membawa keberkahan serta kemanfaatan (barokah mbarokahi) bagi masyarakat.

Prestasi tersebut dipersembahkan oleh murid kelas XII-3, Naira Zafira Ramadhani, yang berhasil meraih Silver Medal pada ajang ASEAN Science Project Competition (ASPC) 2026 yang diselenggarakan di Thailand pada 7–11 Juli 2026.

ASPC merupakan kompetisi penelitian tingkat Asia Tenggara yang diikuti oleh peserta jenjang junior dan senior high school dari tujuh negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Laos, Vietnam, Filipina, dan Thailand.

Naira Zafira Ramadhani, Murid Kelas XII-3 MAN 2 Kudus
Naira Zafira Ramadhani, Murid Kelas XII-3 MAN 2 Kudus

Kompetisi ini diselenggarakan oleh National Science Museum Thailand bersama Ministry of Higher Education, Science, Research, and Innovation di bawah program resmi His Majesty the King of Thailand.

Dalam kompetisi tersebut, para peserta berkompetisi pada tiga bidang utama, yaitu Biological Sciences, Physical Sciences, dan Applied Sciences.

Naira bersama partner penelitiannya mengangkat karya ilmiah berjudul “Green Synthesis of Gold Nanoparticles Based on Kebar Grass Extract as a Therapeutic Agent for Osteoporosis Due to Estrogen Deficiency Through Analysis of ALP Levels and Bone Histopathology”.

Penelitian ini berangkat dari tingginya angka kasus osteoporosis yang dikenal sebagai silent killer disease, terutama pada perempuan pascamenopause.

Kondisi menopause menyebabkan penurunan produksi hormon estrogen akibat ovarian failure sehingga mengganggu homeostasis tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis.

Selama ini, terapi yang umum digunakan seperti Hormone Replacement Therapy (HRT) memang efektif, tetapi penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan berbagai efek samping, seperti tromboemboli, penyakit kardiovaskular, hingga kanker payudara.

Murid Kelas XII-3 MAN 2 Kudus Naira Zafira Ramadhani (foto dua dari kanan)
Murid Kelas XII-3 MAN 2 Kudus Naira Zafira Ramadhani (foto dua dari kanan)

Berangkat dari permasalahan tersebut, Naira dan tim melakukan riset mendalam untuk mencari alternatif terapi yang lebih aman.

Mereka memilih memanfaatkan rumput Kebar, tanaman endemik Papua Barat yang memiliki kandungan fitoestrogen tinggi dan telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman herbal oleh masyarakat setempat. Untuk meningkatkan efektivitasnya, ekstrak rumput Kebar dipadukan dengan teknologi green synthesis dalam pembuatan gold nanoparticles.

Metode green synthesis dipilih karena lebih ramah lingkungan, memiliki tingkat toksisitas yang rendah, tidak menghasilkan residu berbahaya, serta mampu meningkatkan bioavailabilitas senyawa aktif dibandingkan metode sintesis konvensional.

Inovasi tersebut dinilai mampu menawarkan alternatif terapi osteoporosis yang lebih efektif, efisien, dan aman untuk penggunaan jangka panjang.

Keunikan penelitian ini menjadi salah satu daya tarik di hadapan dewan juri internasional. Selain mengangkat potensi hayati Indonesia yang belum banyak dikenal dunia, penelitian ini juga menggabungkan pemanfaatan sumber daya alam lokal dengan perkembangan teknologi biomedis modern yang saat ini menjadi perhatian para peneliti internasional.

Prestasi Silver Medal yang diraih Naira menjadi bukti bahwa inovasi siswa madrasah mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus membuka peluang pemanfaatan tanaman lokal sebagai solusi bagi permasalahan kesehatan global.

Kepala MAN 2 Kudus, Ali Musyafak menyampaikan rasa syukur atas capaian yang berhasil diraih pada awal tahun ajaran ini.

Prestasi tersebut semakin mengukuhkan identitas MAN 2 Kudus sebagai madrasah riset yang unggul dalam bidang akademik dan terus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.

"Alhamdulillah, prestasi internasional ini menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar MAN 2 Kudus untuk terus berkarya, berinovasi, dan berprestasi. Semoga capaian ini semakin menguatkan ikhtiar kita mewujudkan MAN 2 Kudus sebagai madrasah riset yang unggul dalam akademik, aman, nyaman, mendunia, serta senantiasa barokah mbarokahi, memberikan manfaat dan dampak positif bagi bangsa, negara, dan dunia," ungkapnya.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi murid MAN 2 Kudus untuk terus mengembangkan budaya riset, berani berinovasi, serta mengharumkan nama madrasah untuk terus maju dan mendunia.

Editor : Ali Mustofa
prestasi silver medal Naira Zafira Ramadhani ajang spc 2026 prestasi akademik MAN 2 Kudus