KUDUS - Dampak turnamen sepak bola putri Hydroplus Soccer League All-Stars membawa wujud nyata bagi masyarakat di Kabupaten Kudus.
Bupati Kudus Samani Intakoris menyatakan perhelatan ini menjadi wujud terbentuknya sport tourism.
Samani menyatakan, turnamen sepak bola putri ini disamnbut positif oleh masyarakat Kabupaten Kudus. Pergerakan ekonomi masyarakat mulai dirasakan dengan ditandai datangnya perputaran uang.
Baca Juga: Persib Bandung Pesta Gol ke Gawang Putri Garut, Sucy Kanya Hattrick Antar Juara HPSL All-Stars U-18
”Saya melihat jalan-jalan begitu padat, usaha katering, UMKM di Kudus mendapatkan orderan, hingga penginapan juga ramai,” katanya usai laga final Hydroplus Soccer League All-Stars.
Bupati menambahkan, para atlet yang datang dari luar Kudus bisa merasakan kuliner khas Kota Kretek. Wisata kuliner ini berdampak meningkatkan perputaran bagi UMKM.
Selain itu, atlet juga bisa menikmati wisata yang ada di Kudus, mulai dari Bendung Logung, Sunan Muria, Sunan Kudus, Colo, dan lainnya.
”Dampak sport tourism ini luar biasa, atlet yang datang tidak sendirian. Mereka mengajak keluarga untuk berkunjung ke Kudus,” katanya.
Pemkab Kudus berkomitmen untuk terus mendukung even-even yang diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation.
Bentuk dukungan ini dilakukan melalui, pemberian kemudahan perizinan, pengamanan, pendampingan pemilik home stay serta Pedagang Kaki Lima (PKL).
Samani menambahkan, pendampingan kepada PKL ini diminta untuk menyajikan makanan yang higenis untuk para pengunjung.
”Higenitas dengan diterapkan pemakaian clemek, pencucian piring hingga bersih untuk meningkatkan kepercayaan kepada publik,” jelasnya.
Selain itu, kata Samani dampak sport tourism ini bisa menekan inflasi di Kabupaten Kudus. Saat adanya even ini daya beli masyarakat tentunya akan meningkat.
Baca Juga: Goal Aksis Angkat Trofi Hydroplus Soccer League U-15, Taklukkan Cipta Cendikia 4-3 di Babak Penalti
Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menyampaikan, perkembangan sepak bola putri ini memiliki kemajuan yang pesat. Cikal bakalnya dimulai pada even MilkLife Soccer Challenge tahun 2023 silam.
”Perkembangan ini sangat pesat, dimulai tahun 2023 lalu kami memulai dengan setengah mati,” ungkap Yoppy.
Bakti Olahraga Djarum Foundation terus berkomitmen menumbuhkan ekosistem sepak bola putri di Indonesia dengan menambah kota yang akan digulirkannya turnamen itu.Harapannya, akan tumbuh atlet-atlet sepak bola putri Indonesia yang mampu bersaing di kancah sepak bola tingkat dunia. (gal)
Editor : Mahendra Aditya