KUDUS - Polemik sampah di Kabupaten Kudus sampai hari ini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Salah satu titik yang kerap menjadi sorotan adalah kawasan Balai Jagong Kudus dan sekitarnya, yang kerap dipenuhi tumpukan sampah liar.
Mirisnya, meskipun papan peringatan larangan membuang sampah telah dipasang, imbauan tersebut tidak diindahkan sama sekali oleh masyarakat.
Dilokasi tersebut masih banyak sampah sampah rumah tangga seperti kantong plastik berisi sisa makanan dan limbah popok sekali pakai (pampers) yang berserakan hingga terkadang menutupi badan jalan.
Kondisi tersebut juga sering menimbulkan bau yang tak sedap, terlebih lagi saat musim hujan tiba.
Fenomena ini menunjukkan bahwa selain fasilitas, kesadaran masyarakat dinilai masih kurang.
Jika terus dibiarkan, Balai Jagong Kudus akan kehilangan estetika dan kenyamanan sebagai ruang publik.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas upaya penegakan aturan serta pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Tanpa adanya kepedulian dari seluruh pihak, persoalan sampah di Balai Jagong Kudus dikhawatirkan akan terus berulang dan berdampak pada kualitas lingkungan maupun kenyamanan masyarakat.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan tidak hanya memperkuat pengawasan dan penegakan aturan, tetapi juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Editor : Mahendra Aditya