KUDUS – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA/SMK negeri di Kabupaten Kudus berlangsung tertib sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan proses penerimaan peserta didik dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik titip-menitip maupun jual beli kursi.
Seluruh tahapan SPMB berada di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah melalui sistem terpusat, sehingga setiap proses seleksi dapat dipantau secara langsung dan meminimalkan potensi kecurangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 1 Kudus, Nur Afiffudin, menjelaskan bahwa pihak sekolah hanya bertugas membantu calon peserta didik dalam pembuatan akun serta memverifikasi dokumen persyaratan.
Setelah tahapan tersebut selesai, seluruh proses seleksi dilakukan secara otomatis melalui sistem milik Dinas Pendidikan Jawa Tengah.
"Proses pendaftaran sepenuhnya menggunakan sistem terpusat. Sekolah hanya membantu pembuatan akun dan verifikasi berkas, sedangkan proses seleksi dipantau langsung oleh Dinas Pendidikan Jawa Tengah," ujarnya.
Ia menjelaskan, pembuatan akun dilaksanakan mulai 3 hingga 12 Juni 2026, sedangkan verifikasi akun berlangsung pada periode yang sama.
Tahap pemilihan sekolah maupun perubahan pilihan dijadwalkan pada 15–18 Juni 2026. Selanjutnya hasil seleksi diumumkan pada 21 Juni, sementara tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2026.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, SMA Negeri 1 Kudus membuka 12 rombongan belajar bagi siswa kelas X. Masing-masing kelas akan diisi sebanyak 36 peserta didik.
Menurut Afiffudin, seluruh pelaksanaan SPMB mengacu pada petunjuk teknis yang berlaku.
Selain itu, sekolah juga telah menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen menjalankan proses penerimaan secara jujur, adil, dan bebas dari penyimpangan.
Ia menambahkan, seluruh sekolah negeri di Jawa Tengah juga mengikuti arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi agar tidak melakukan praktik kecurangan dalam bentuk apa pun.
Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut akan dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Salah seorang orang tua calon peserta didik, Muntono, mengaku sempat mendaftarkan anaknya melalui jalur afirmasi.
Namun setelah dilakukan verifikasi, jalur tersebut tidak dapat digunakan karena kondisi ekonomi keluarganya berada pada desil delapan. Akhirnya ia memilih mendaftar melalui jalur domisili.
Menurutnya, persaingan masuk SMA negeri saat ini memang sangat ketat sehingga ia memilih menerima apa pun hasil seleksi nantinya.
"Kalau diterima di SMA Negeri 1 Kudus tentu kami bersyukur. Kalau belum rezekinya, kami juga bisa menerima karena semuanya mengikuti aturan yang berlaku," katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 berjalan sesuai prinsip transparansi.
Ia bahkan meninjau langsung pelaksanaan SPMB di Posko Dinas Pendidikan Jawa Tengah dan SMA Negeri 3 Semarang beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Luthfi kembali menegaskan komitmennya melalui slogan "No Titip-Titip, No Jastip" sebagai bentuk penolakan terhadap segala bentuk intervensi dalam proses penerimaan siswa baru.
Menurutnya, seluruh calon peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk diterima sesuai jalur dan kuota yang telah ditentukan sejak awal.
Adapun komposisi kuota penerimaan SMA negeri terdiri atas jalur domisili sebesar 33 persen, afirmasi 32 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen.
Sementara untuk SMK negeri, kuota meliputi jalur prestasi 75 persen, afirmasi 15 persen, dan domisili 5 persen.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, menambahkan bahwa pada SPMB tahun ini pemerintah memperkuat sistem teknologi informasi dengan menggandeng Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jawa Tengah serta perusahaan teknologi Alibaba.
Penguatan infrastruktur digital dilakukan menggunakan teknologi cloud server dengan fitur auto scaling, sehingga kapasitas server dapat bertambah secara otomatis ketika terjadi lonjakan jumlah pendaftar.
Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah gangguan jaringan dan memastikan seluruh proses pendaftaran berlangsung lancar. (san)
Editor : Ali Mustofa