Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Penjualan Pertamax Turun, Antrean Tetap Normal

Andika Trisna Saputra • Kamis, 11 Juni 2026 | 23:27 WIB
ISI BBM: Pengendara mengisi kendaraannya dengan BBM Pertamax di SPBU Modern Rendeng Kudus, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
ISI BBM: Pengendara mengisi kendaraannya dengan BBM Pertamax di SPBU Modern Rendeng Kudus, kemarin. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KOTA – Hari kedua pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, aktivitas pengisian bahan bakar di SPBU Modern Rendeng, Kabupaten Kudus, masih berlangsung normal.

Meski terjadi penurunan penjualan Pertamax, belum terlihat adanya peralihan konsumsi secara besar-besaran ke BBM jenis Pertalite.

Pantauan di lokasi pada Kamis (11/6) sekitar pukul 12.00 WIB menunjukkan antrean kendaraan di seluruh dispenser berjalan lancar seperti hari-hari biasa.

Tidak tampak antrean panjang maupun kepadatan kendaraan yang mengimdikasikan kepanikan masyarakat akibat penyesuaian harga BBM.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa sebagian besar pengguna Pertamax masih memilih mempertahankan jenis bahan bakar yang digunakan selama ini, meskipun harus membayar lebih mahal setelah kenaikan harga yang berlaku sejak Rabu (10/6) pukul 00.00 WIB.

Supervisor SPBU Modern Rendeng, Budi Utomo, mengatakan bahwa hingga hari kedua setelah kenaikan harga, situasi di lapangan masih terkendali dan aktivitas pengisian BBM berjalan normal.

“Alhamdulillah antrean masih normal. Hari kedua setelah perubahan harga BBM di SPBU Modern Rendeng Kudus masih normal, tidak ada lonjakan antrean maupun perubahan yang mencolok,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (11/6).

Meski demikian, pihaknya mencatat adanya penurunan penjualan Pertamax sekitar 15 persen dibandingkan kondisi sebelum kenaikan harga.

Penurunan tetsebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum berdampak signifikan terhadap operasional SPBU.

Sementara itu, untuk penjualan Pertalite, Budi menyebut belum terjadi peningkatan yang berarti.

Meskipun antrean di dispenser Pertalite terlihat lebih ramai dibanding Pertamax, kondisi tersebut menurutnya memang sudah menjadi pola yang biasa terjadi setiap hari.

“Kalau untuk penjualan Pertalite masih normal, belum terlihat kenaikan yang signifikan. Jadi belum ada indikasi perpindahan konsumen dalam jumlah besar dari Pertamax ke Pertalite,” katanya.

Diketahui, mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax naik dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter.

Adapun Pertamax Green 95 mengalami kenaikan dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.

Meski kenaikan harga cukup tinggi, hingga hari kedua penerapan kebijakan tersebut, perilaku konsumsi masyarakat Kudus relatif stabil dan belum menunjukkan perubahan drastis. (dik)

Editor : Andika Trisna Saputra
#harga pertamax 16.250 #Pertamax Green 95 #pertamax #bbm naik #Kudus