Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Harga Pertamax Melonjak, Hari Pertama Antrean Tetap Normal

Andika Trisna Saputra • Rabu, 10 Juni 2026 | 15:14 WIB
PENGISIAN: Pengendara motor mengisi BBM Pertamax di SPBU Modern Rendeng Kudus, Rabu (10/6). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
PENGISIAN: Pengendara motor mengisi BBM Pertamax di SPBU Modern Rendeng Kudus, Rabu (10/6). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KOTA – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax yang mulai berlaku pada Rabu (10/6) belum berdampak signifikan terhadap pola konsumsi masyarakat di Kabupaten Kudus.

Pantauan di SPBU Rendeng sekitar pukul 09.30 WIB menunjukkan antrean kendaraan untuk pengisian Pertamax masih berlangsung normal seperti hari-hari biasa.

Meski harga Pertamax mengalami lonjakan cukup tinggi, tidak terlihat adanya penurunan jumlah pengguna maupun perpindahan besar-besaran ke BBM jenis Pertalite.

Antrean di dispenser Pertalite memang tampak lebih panjang, namun kondisi tersebut disebut sebagai situasi yang sudah biasa terjadi sebelum adanya penyesuaian harga.

Supervisor SPBU Rendeng, Budi Utomo, membenarkan bahwa harga Pertamax dan Pertamax Green 95 mengalami kenaikan mulai pukul 00.00 WIB pada Rabu (10/6).

Untuk Pertamax, harga naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

"Kenaikan harga mulai berlaku sejak pukul 00.00 WIB. Untuk produk BBM lainnya tidak ada perubahan harga. Sampai saat ini stok BBM di SPBU Rendeng juga masih aman," ujar Budi.

Menurutnya, hingga pagi hari setelah pemberlakuan harga baru, aktivitas pengisian BBM masih berjalan normal.

Belum terlihat adanya lonjakan signifikan pengguna Pertalite maupun penurunan drastis konsumen Pertamax.

Meski demikian, sejumlah konsumen mengaku terkejut saat mengetahui harga baru Pertamax.

Salah satunya Nabila Rosa (22), warga Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan Kota Kudus, yang baru mengetahui adanya kenaikan harga saat hendak mengisi bahan bakar di SPBU Rendeng.

"Saya baru tahu pas ngisi kalau harganya naik. Sebagai mahasiswa menurut saya terlalu mahal. Biasanya memang pakai Pertamax, tapi setelah ada kenaikan ini kemungkinan saya akan beralih ke Pertalite karena merasa keberatan," katanya.

Mahasiswi yang juga bekerja sambil kuliah tersebut berharap harga BBM dapat kembali turun.

Menurutnya, sepeda motor menjadi sarana transportasi utama untuk menunjang aktivitas sehari-hari, sehingga pengeluaran bahan bakar cukup memengaruhi kondisi keuangannya.

Hal senada disampaikan Eni (52), warga Kandangmas yang sehari-hari berjualan di Pasar Baru Kudus.

Ia mengaku kaget mengetahui Pertamax mengalami kenaikan harga di tengah meningkatnya berbagai kebutuhan rumah tangga.

"Saya belum tahu kalau Pertamax naik. Sekarang kebutuhan juga banyak, mulai sumbangan, sekolah masuk, beli seragam dan lain-lain. Jadi cukup kaget saat tahu harganya naik," ujarnya.

Meski merasa terbebani, Eni mengaku belum memutuskan untuk beralih ke Pertalite.

Selama ini ia tetap memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk menjaga performa kendaraan yang digunakan setiap hari untuk berdagang.

"Kalau pindah ke Pertalite masih mikir-mikir. Tergantung kondisi keuangan ke depan. Saya pakai Pertamax karena ingin menjaga kondisi motor tetap bagus," tuturnya.

Kenaikan harga Pertamax memang menimbulkan berbagai respons dari masyarakat.

Namun hingga hari pertama pemberlakuan tarif baru, aktivitas pengisian BBM di SPBU Rendeng Kudus masih berlangsung normal tanpa perubahan antrean yang mencolok. (dik)

Editor : Andika Trisna Saputra
#harga naik #BBM #pertamax #SPBU #pertamina