Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tanggulangi Permasalahan Sampah, 525 Titik Lokasi  Penjemputan Sampah Organik

Ali Mustofa • Rabu, 10 Juni 2026 | 09:47 WIB
DIBUKA: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris (tengah) bersama BLDF meluncurkan 525 titik penjemputan sampah organik. (BLDF UNTUK RADAR KUDUS)
DIBUKA: Bupati Kudus Sam’ani Intakoris (tengah) bersama BLDF meluncurkan 525 titik penjemputan sampah organik. (BLDF UNTUK RADAR KUDUS)

KUDUS - Bakti Lingkungan Djarum Foundation meluncurkan peta informasi geografis sebanyak 525 titik strategis Titik tersebut sebagai penjemputan sampah organik serta bertujuan untuk penanganan sampah.

Peluncuran peta digital berbasis Sistem Informasi Geografis titik penjemputan sampah di Kabupaten Kudus ini diresmikan Selasa (9/6) di Pendopo Kabupaten Kudus.

Peta ini memuat 525 lokasi strategis yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyalurkan sampah, khususnya organik. 

Dari sisi operasional, 10 armada bertugas menjemput sampah yang telah terkumpul setiap harinya. Dalam pelaksanaannya, 1 armada mampu mengangkut 70–120 tong sampah per hari dengan operasional pada pukul 07.00–15.00 WIB. 

Armada tersebut melayani sejumlah lokasi dengan jarak yang bervariasi, mulai dari titik terdekat hingga lokasi terjauh yang berjarak sekitar 27 kilometer dari Pusat Pengelolaan Sampah Organik (PPO) Djarum.

Jangkauan layanan ini memungkinkan sampah yang terkumpul di berbagai wilayah dapat diangkut secara rutin untuk selanjutnya diproses di fasilitas pengolahan.

Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara menyatakan, inovasi ini merupakan salah satu komitmen BLDF dalam penguatan digital, utamanya dalam mendukung visi Pemkab Kudus dalam mewujudkan Kudus yang lebih bersih, sejahtera, dan berkelanjutan.

”Hadirnya peta digital ini diharapakan mampu memudahkan masyarakat Kudus untuk menemukan titik-titik pengumpulan sampah, sehingga nantinya mendorong kebiasaan memilah sampah,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris pada memberikan apresiasi atas upaya BLDF yang terus mendukung komitmen Pemkab Kudus dalam mewujudkan kota yang lebih asri dan berkelanjutan melalui beragam aksi kolaboratif yang telah dijalankan. 

“Rangkaian inisiasi ini merupakan langkah kreatif yang patut kita banggakan bersama. Atas nama pemkab Kudus, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut serta. Pencapaian ini juga merupakan hasil  kolaborasi yang tepat sasaran bersama Djarum Foundation, khususnya dalam pelestarian lingkungan di Kudus.. 

Ia menambahkan, apresiasi dalam Lomba Keluarga ASIK tidak hanya ditujukan bagi pemenang.

Keberhasilan gerakan ini pun tidak terlepas dari peran semua ekosistem yang terus bekerja secara konsisten, mulai dari OPD tingkat desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pembinaan masyarakat.

Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni turut menjadi resonansi yang kuat. Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Didik Tri Prasetiyo menekankan optimismenya akan perubahan perilaku yang dapat dilakukan secara masif.

Ia menyampaikan bahwa persoalan sampah membutuhkan upaya komprehensif mulai hulu sampai hilir. Pemilahan sampah di tingkat rumah tangga menjadi kunci yang membuka rantai solusi agar kebijakan dan program pengelolaan sampah dapat berjalan efektif.

”Persoalan sampah tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Memaknai Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai pengingat bahwa setiap langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama akan memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan di masa depan,” jelasnya.

Adapun inovasi ini merupakan bagian dari salah satu inisiatif yang secara konsisten BLDF gaungkan sejak 2022, yakni Kudus ASIK dengan fokus pada edukasi pengelolaan sampah organik berbasis digital yang menyasar kepada generasi muda.

Komitmen ini juga diwujudkan antara lain melalui pembangunan Pusat Pengelolaan Sampah Organik atau PPO di Djarum Oasis.

Inisiatif tersebut turut melibatkan peran aktif masyarakat serta berkolaborasi dengan 370 mitra yang terdiri dari rumah makan, pasar tradisional, masyarakat desa, hotel, korporasi dan sektor lainnya. 

Hasilnya, 50 ton sampah berhasil kami himpun setiap harinya.(gal)

Editor : Ali Mustofa
#djarum foundation #pemkab kudus #sampah organik #penanganan sampah