KUDUS – Suasana penyembelihan hewan kurban bantuan Presiden RI di Masjid Al Fajr, Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, mendadak berubah menegangkan pada perayaan Iduladha kemarin.
Seekor sapi jenis simental bernama Mbah Bejo dengan bobot hampir satu ton tiba-tiba mengamuk dan kabur ke arah parit sebelum akhirnya berhasil diamankan warga bersama panitia kurban.
Sapi berbobot 989 kilogram tersebut sebelumnya diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, sekitar pukul 08.30 WIB.
Kedatangan hewan kurban bantuan Presiden itu disambut antusias oleh panitia kurban dan takmir Masjid Al Fajr, Khoiron, serta masyarakat sekitar.
Secara nasional, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban untuk Iduladha 2026 dengan anggaran yang berasal dari APBN mencapai sekitar Rp100 miliar.
Untuk wilayah Kudus, sapi bantuan tersebut berasal dari peternak lokal.
Setelah prosesi penyerahan selesai, panitia mulai mempersiapkan proses penyembelihan di halaman masjid.
Sekitar 10 orang tampak berjaga sambil memegang tali dan berusaha menahan tubuh sapi agar tetap tenang.
Namun situasi tiba-tiba berubah ketika sapi mulai memberontak dan bergerak liar.
Tenaga besar dari sapi raksasa itu membuat para panitia kewalahan.
Tali yang sebelumnya dipegang erat satu per satu terlepas akibat kuatnya tarikan hewan tersebut.
Dalam hitungan detik, Mbah Bejo berlari ke arah timur halaman masjid sehingga membuat warga yang berada di sekitar lokasi panik dan berhamburan menghindar.
Sejumlah warga bersama panitia langsung melakukan pengejaran sambil berusaha mempertahankan sisa tali yang masih terikat.
Pelarian sapi akhirnya terhenti setelah masuk ke parit di sisi timur masjid.
Warga kemudian mencoba mendekati sapi secara perlahan untuk menenangkannya.
Setelah cukup terkendali, sapi akhirnya berhasil dibawa kembali menuju halaman Masjid Al Fajr untuk melanjutkan proses penyembelihan.
Panitia lalu melakukan proses pelumpuhan dengan mengikat kaki sapi menggunakan tambang besar.
Delapan orang menarik tali secara bersamaan agar hewan tersebut tidak kembali mengamuk.
Setelah posisi sapi berhasil dijatuhkan dan benar-benar terkendali, proses penyembelihan akhirnya dapat dilakukan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Didik Tri Prasetyo, membenarkan adanya insiden sapi mengamuk sebelum disembelih.
Meski sempat membuat panik warga, kondisi tersebut berhasil ditangani dengan cepat oleh panitia dan masyarakat sekitar.
“Tadi sapi sempat memberontak, tetapi langsung bisa diamankan oleh panitia dan warga. Kami juga terus melakukan pemantauan agar hewan kurban dipastikan sehat dan aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.
Didik menambahkan, sapi bantuan presiden tersebut sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebelum proses penyembelihan dilakukan.
Pengawasan juga dilakukan selama pelaksanaan kurban guna memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat dalam kondisi layak konsumsi. (dik)