KUDUS - Mengurangi ketergantungan penggunaan plastik untuk pembungkusan daging hewan kurban diterapkan oleh panitia kurban Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Burikan, Kecamatan Kota, Kudus.
Saat penyembelihan hewan kurban, panitia kurban menggunakan daun jati dan besek yang terbuat dari bambu. Kondisi tersebut sudah rutin dilaksanakan pada hajat penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha.
Dari pantauan di lapangan, ribuan lembar daun jati disiapkan oleh panita kurban setempat. Para relawan membantu melakukan pembungkusan daging ke dalam daun jati dan besek.
Penggunaan daun jati ini dipilih oleh panitia, karena ramah lingkungan. Serta sebagai solusi mahalnya harga plastik saat ini.
Ketua PRM Burikan, Danial Mahbub menyatakan, hewan kurban yang disembelih pada tahun ini ada sebanyak 11 ekor sapi, satu kerbau, dan sembilan ekor kambing.
Daging hewan kurban tersebut didistribusikan kepada warga terdekat, mubalig, pimpinan cabang, dan ranting Muhammadiyah.
”Kelebihan daging nanti akan kami disribusikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” katanya.
Dia menambahkan, panitia kurban dari tahun ke tahun membungkus daging menggunakan daun jati.
Panitia menyediakan sebanyak 12 bal daun jati yang diperoleh dari Desa Telogowungu, Kabupaten Pati.
Sementara untuk penyedian besek bambu, ada sebanyak 90 buah. Ukuran besek tersebut 25x25 sentimeter diperoleh dari Desa Jepang, Kudus.
”Kami akan mendistribusikan sebanyak 1.600 bungkus daging hewan kurban kepada masyarakat,” katanya.
Pemilihan penggunaan daun jati ini, kata Danial karena ramah lingkungan dan menyikapi harga plastik yang mahal.
Selain itu, daging yang dibungkus dengan daun jati lebih kesat dan tidak cepat basi.
Danial mengungkapkan, untuk satu bal daun jati ini mampu membungkus satu ekor sapi.
Ia berharap tradisi penggunaan daun jati dan besek bisa terus dilakukan, agar bumi lebih terjaga dan daun jati bersifat terurai lebih mudah. (gal)
Editor : Ali Mustofa