KUDUS – Halaman Gereja Injil Tanah Jawa (GITJ) Kudus tampak semarak pada Minggu pagi (24/5) ketika ratusan jemaat memadati area gereja untuk mengikuti tradisi undhuh-undhuh.
Berbagai hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan, dan produk pertanian lainnya dibawa serta diarak menuju ruang ibadah dalam suasana penuh syukur.
Sejak pukul 08.00 WIB, kegiatan sudah mulai dipadati jemaat dari berbagai kalangan.
Para pemuda gereja terlihat mengenakan kostum bertema petani sambil membawa hasil panen yang kemudian dikirab sebagai bagian dari rangkaian ibadah.
Suasana kebersamaan terasa kental di sepanjang prosesi tersebut.
Di dalam gedung gereja, seluruh hasil bumi yang telah diarak kemudian didoakan dalam rangkaian ibadah dan pujian.
Momen semakin hidup dengan penampilan tari dari para pemuda gereja yang tampil mengenakan busana tradisional petani, menambah nuansa budaya dalam perayaan tersebut.
Usai ibadah, gunungan hasil bumi kembali dibawa keluar dan ditata di halaman gereja.
Berbagai produk pertanian serta olahan jemaat tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dijual di stan-stan yang telah disiapkan di sekitar lokasi kegiatan.
Pendeta GITJ Kudus, Herin Kahadi Jayanto, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini mengangkat tema “Nguri-uri Bumi, Memuji Gusti”.
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk merawat bumi sebagai ciptaan Tuhan.
“Merawat yang sudah baik, menjaga yang masih baik, dan memulihkan yang sudah rusak merupakan bagian dari panggilan iman,” ujarnya usai kegiatan berlangsung.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menggunakan hasil bumi secara bijak dan tidak berlebihan.
Sikap hidup yang tidak serakah diyakini menjadi kunci agar alam tetap lestari.
Menurut Herin, tradisi undhuh-undhuh sendiri merupakan bentuk ungkapan syukur umat Kristen atas berkat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, yang di setiap daerah dapat dikemas dalam bentuk perayaan yang beragam namun memiliki makna yang sama. (dik)
Editor : Ali Mustofa