Kudus, Jamkesnews – BPJS Kesehatan Cabang Kudus terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi bersama pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kudus, Jepara, dan Grobogan pada Senin (18/05). Sebanyak 15 pengurus MUI yang terdiri dari Komisi Dakwah dan Komisi Kesehatan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Heni Riswanti, menyampaikan bahwa prinsip gotong royong dalam Program JKN sejalan dengan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta semangat saling membantu yang selama ini juga dijunjung oleh MUI.
Menurutnya, kesehatan merupakan aspek penting yang mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari, termasuk dalam menjalankan ibadah. Ia menilai kondisi tubuh yang sehat akan berpengaruh besar terhadap kemampuan seseorang dalam beraktivitas.
“Sinergitas gotong royong dalam Program JKN sama dengan prinsip kemanusiaan dan sosial yang selama ini dijalankan MUI. Kesehatan menjadi hak paling dasar bagi masyarakat, karena sehat itu pangkal dari seluruh aktivitas sehari-hari termasuk untuk ibadah. Karena itu kami membutuhkan dukungan seluruh tokoh agama untuk ikut menyampaikan informasi Program JKN kepada masyarakat,” ujar Heni.
Sosialisasi ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat edukasi publik serta meningkatkan literasi masyarakat terhadap Program JKN. Melalui kolaborasi dengan tokoh dan komunitas keagamaan, informasi mengenai manfaat, hak, serta alur layanan JKN diharapkan dapat tersampaikan secara lebih luas, dekat, dan mudah dipahami.
“Melalui kolaborasi dengan komunitas dan organisasi keagamaan seperti MUI, kami dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan dekat. MUI memiliki peran strategis dalam membantu menyampaikan informasi yang benar mengenai Program JKN, sehingga masyarakat semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta,” ujar Heni.
Selain sosialisasi Program JKN, peserta juga mendapatkan edukasi terkait kanal layanan BPJS Kesehatan baik tatap muka maupun non tatap muka oleh Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Claudya Lasya Putri Alfriyan.
Claudya menjelaskan berbagai kemudahan layanan digital yang dapat diakses peserta melalui Aplikasi Mobile JKN maupun Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA).
“Peserta sekarang tidak perlu repot datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengakses layanan administrasi. Melalui Aplikasi Mobile JKN maupun PANDAWA, peserta bisa mengecek status kepesertaan, mengubah data, pindah fasilitas kesehatan hingga mengambil antrean online dengan lebih mudah dan cepat,” ujar Claudya.
Ketua MUI Kabupaten Kudus, Hamdani, yang hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas hidup manusia.
Menurutnya, kesehatan yang baik akan memengaruhi kemampuan seseorang dalam ibadah, belajar, bekerja, hingga menjalankan aktivitas sosial.
“Kalau kesehatan tidak terjaga, maka akan berpengaruh pada banyak hal. Orang jadi tidak bisa belajar dengan baik, bekerja, mencari nafkah, bahkan untuk ibadah. Karena itu sosialisasi tentang jaminan kesehatan seperti ini sangat penting. Kami berharap masyarakat semakin memahami Program JKN dan dapat memanfaatkan layanan kesehatan dengan baik,” ujar Hamdani.
Hal senada juga disampaikan Ketua MUI Kabupaten Jepara, Mashudi. Ia menilai Program JKN merupakan program monumental yang sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan perlindungan kesehatan.
“Program JKN ini sangat penting bagi perkembangan kesehatan masyarakat Indonesia. Kami sebenarnya sudah menunggu kerja sama seperti ini sejak lama. Harapannya kami bisa menjadi perpanjangan tangan BPJS Kesehatan untuk menyampaikan informasi Program JKN kepada masyarakat dan jamaah,” ungkap Mashudi.
Sementara itu, salah satu peserta sosialisasi, Aini Mahmudah, menyampaikan bahwa Program JKN juga mengajarkan nilai kepedulian sosial dan gotong royong antar sesama.
“Melalui iuran yang dibayarkan, ternyata manfaatnya bisa dirasakan banyak orang lain. Jadi bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bentuk kepedulian kepada sesama. Ini penting untuk disampaikan kepada masyarakat agar semakin sadar pentingnya gotong royong dalam Program JKN,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan berharap kolaborasi bersama tokoh agama dapat terus diperkuat sehingga edukasi terkait Program JKN semakin luas diterima masyarakat di wilayah Kudus, Jepara, dan Grobogan.
Editor : Mahendra Aditya