Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tawuran 3 SMK di Kudus Dipicu Saling Tantang, Berawal dari Grup WhatsApp

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 5 Mei 2026 | 17:07 WIB
Ilustrasi Tawuran Pelajar
Ilustrasi Tawuran Pelajar

RADAR KUDUS - Aksi kekerasan antarpelajar kembali terjadi di Kudus. Insiden yang berlangsung di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, pada Senin siang (4/5/2026) itu melibatkan siswa dari tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dipicu oleh provokasi di media sosial.

Kapolres Kudus, Heru Dwi Purnomo, mengungkapkan bahwa bentrokan bermula dari saling ejek dan tantangan yang beredar di grup WhatsApp serta platform digital lainnya. Ketegangan yang awalnya terjadi di dunia maya kemudian berubah menjadi aksi nyata di lapangan.

Dua kelompok pelajar dari SMK di wilayah Kecamatan Kota dan Jekulo diketahui mendatangi salah satu SMK negeri di Kecamatan Dawe. Kedatangan tersebut berujung pada bentrokan fisik yang sempat mengganggu ketertiban di sekitar lokasi.

Menurut pihak kepolisian, situasi sempat memanas, namun berhasil dikendalikan dengan cepat berkat respons sigap anggota Polsek Dawe yang dibantu warga sekitar. Kerumunan pelajar yang terlibat akhirnya berhasil dibubarkan sebelum konflik meluas.

Dalam penanganan kasus ini, aparat telah mengamankan empat pelajar yang diduga terlibat langsung. Selain itu, dua unit sepeda motor turut disita sebagai barang bukti karena diduga digunakan saat kejadian berlangsung.

Kapolres menyesalkan peristiwa tersebut karena dinilai mencoreng dunia pendidikan dan berpotensi mengganggu keamanan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam mencegah konflik serupa di masa depan.

Sebagai tindak lanjut, kepolisian menggelar rapat koordinasi dengan pihak sekolah serta sejumlah pemangku kepentingan. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bersama untuk memperkuat pengawasan dan membangun komunikasi yang lebih baik antar pelajar.

Pihak kepolisian juga mengingatkan para siswa agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Provokasi di ruang digital, sekecil apa pun, dapat berkembang menjadi konflik serius jika tidak disikapi dengan kedewasaan.

Selain itu, peran orang tua dan sekolah dinilai sangat penting dalam membimbing perilaku siswa, terutama dalam menghadapi pengaruh negatif dari lingkungan digital yang semakin luas.

Editor : Mahendra Aditya
#berita Kudus hari ini #tawuran pelajar Kudus #penyebab tawuran Kudus #provokasi medsos pelajar #bentrok 3 SMK Kudus