KUDUS – Peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Kudus tahun ini berlangsung dengan suasana berbeda. Tidak ada aksi demonstrasi di jalanan.
Momentum May Day justru diisi dengan apel pagi dan kegiatan kerja bakti bersama di Balai Jagong Kudus.
Sekitar 500 peserta terlibat, terdiri dari unsur TNI, Polri, ASN, serta anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan.
Kegiatan dipimpin langsung Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ia mengapresiasi peringatan Hari Buruh yang dikemas dalam bentuk kegiatan positif dan gotong royong karena dinilai mampu mempererat hubungan antara pekerja, pemerintah, dan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan dalam membangun daerah.
Sinergi yang terjalin diyakini dapat menjaga kondisi Kudus tetap kondusif sehingga iklim kerja dan pembangunan berjalan lancar.
Usai apel pagi, bupati bersama Forkopimda dan SPSI melanjutkan kegiatan bersih-bersih yang berlangsung sejak pukul 06.00 hingga sekitar 07.30.
Ia menilai stabilitas daerah merupakan faktor penting untuk menjaga investasi, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Karena itu, kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat agar Kudus tetap nyaman bagi pekerja maupun pelaku usaha.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terbuka terhadap setiap aspirasi dari kalangan pekerja.
Masukan yang diterima akan diproses sesuai mekanisme dan dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi hingga pusat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Sementara itu, Ketua SPSI Kudus Andreas Hua berharap ke depan lahir kebijakan yang berpihak kepada pekerja tanpa mengabaikan kepentingan pengusaha.
Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan industrial agar iklim usaha tetap sehat dan harmonis. (dik)