KUDUS – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada hari ini, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Kudus turut berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan positif yang dipusatkan di Balai Jagong, Wergu Wetan.
Peringatan Hari Buruh tahun 2026 ini mengusung semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan penguatan hubungan industrial yang harmonis, sekaligus menjadi momentum untuk mengawal regulasi ketenagakerjaan yang adil bagi seluruh pekerja buruh.
Kegiatan yang diusung oleh DPC KSPSI ini bertujuan untuk mengawal regulasi ketenagakerjaan yang adil bagi semua pekerja buruh, sekaligus memperjuangkan kesejahteraan pekerja melalui cara-cara yang kondusif, aspiratif, dan solutif.
Dalam pelaksanaannya, peringatan Hari Buruh tahun ini dikemas melalui kegiatan positif berupa bersih-bersih kawasan Balai Jagong sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta wujud sinergi antara buruh, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Selain terlibat dalam aksi sosial tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Kudus juga membuka booth layanan informasi bagi para pekerja buruh yang hadir di lokasi acara.
Kehadiran booth layanan ini bertujuan memberikan edukasi serta menjawab berbagai pertanyaan para pekerja terkait program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara langsung, sehingga para pekerja dapat memperoleh informasi yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan kebutuhan mereka.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, jajaran Forkompinda, Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kudus, Ketua DPC KSPSI, serta perwakilan dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan iklim ketenagakerjaan yang aman, tertib, dan berkeadilan di Kabupaten Kudus.
Dalam sambutannya, Bupati Kudus memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan peringatan Hari Buruh yang berlangsung kondusif tanpa aksi demonstrasi.
Bupati juga menyatakan kesediaannya untuk menyampaikan berbagai aspirasi dari para buruh kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan dan aspirasi pekerja.
Sebagai bentuk nyata perlindungan sosial bagi pekerja, Bupati Kudus menyerahkan santunan secara simbolis kepada tiga orang ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan Kudus.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kudus, Dewi, menyampaikan bahwa santunan tersebut merupakan bukti kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarga yang ditinggalkan.
“Dalam kesempatan ini, kami tidak hanya memberikan layanan informasi kepada para pekerja melalui booth layanan, tetapi juga menyerahkan secara simbolis santunan berupa manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta beasiswa kepada ahli waris dari tiga almarhum peserta,” ujar Dewi.
Adapun rincian santunan yang diserahkan adalah sebagai berikut:
* Ahli waris peserta Supendi menerima santunan sebesar Rp259.142.980.
* Ahli waris peserta Mariyanah menerima santunan sebesar Rp213.235.650.
* Ahli waris peserta Tuni Lestari menerima santunan sebesar Rp131.552.475.
Selain penyerahan santunan dan layanan informasi, rangkaian peringatan Hari Buruh ini juga dimeriahkan dengan pembagian doorprize kepada para buruh yang hadir, sehingga menambah suasana kebersamaan dalam kegiatan tersebut.
Melalui momentum ini, BPJS Ketenagakerjaan Kudus menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan seluruh pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang optimal. (*)
Editor : Ali Mustofa