Rotary District 3420 Perluas Dampak Program Mental Health Awareness di Kudus

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 15 April 2026 | 13:55 WIB
Rotary District 3420 memberikan edukasi kepada siswa dan guru mengenai pentingnya kesehatan mental hingga keterampilan komunikasi simpatik di Kudus. (Ist)
Rotary District 3420 memberikan edukasi kepada siswa dan guru mengenai pentingnya kesehatan mental hingga keterampilan komunikasi simpatik di Kudus. (Ist)

KUDUS — Rotary District 3420 terus memperluas kontribusinya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mental melalui program Mental Health Awareness yang dilaksanakan di Kabupaten Kudus.

Program ini merupakan bagian dari Global Grant #2574973 dari The Rotary Foundation, yang selaras dengan fokus Rotary pada Disease Prevention and Treatment.

Termasuk kesehatan mental sebagai isu yang semakin krusial di kalangan remaja.

Program ini digagas oleh Dyah Anggraeni selaku District Governor D3420 dan Primary Contact Global Grant Mental Health, serta didukung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus.

Kegiatan di SMAN 1 Kudus secara resmi dibuka oleh Kepala Sekolah Nur Afifuddin.

Program Berkelanjutan dan Berdampak Luas

Kegiatan Mental Health Awareness ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah dimulai sebelumnya di SMKN 2 Kudus pada tanggal 9–12 Februari 2026.

Pada tahap awal tersebut, Rotary telah memberikan edukasi kepada siswa dan guru mengenai pentingnya kesehatan mental, pengelolaan emosi, serta keterampilan komunikasi yang empatik. 

Keberhasilan kegiatan ini menjadi pijakan untuk memperluas jangkauan program ke sekolah lain.

Rotary District 3420 memberikan edukasi kepada siswa dan guru mengenai pentingnya kesehatan mental hingga keterampilan komunikasi simpatik di Kudus. (Ist)
Rotary District 3420 memberikan edukasi kepada siswa dan guru mengenai pentingnya kesehatan mental hingga keterampilan komunikasi simpatik di Kudus. (Ist)

 

Penguatan Peran Siswa, Guru, dan Orang Tua

Rangkaian kegiatan di SMAN 1 Kudus dilaksanakan pada 13–17 April 2026 dengan pendekatan menyeluruh yang melibatkan berbagai pihak.

Pada sesi awal, sebanyak 60 siswa dari SMAN 1 Kudus dan SMKN 2 Kudus mengikuti kegiatan “Teman Bicara”.

Mereka diajak memahami dinamika permasalahan remaja, mengenali penyebab dan dampaknya, serta belajar mengelola emosi dan menjadi pendengar yang baik bagi teman sebaya.

Selanjutnya, pada 14 April 2026, sebanyak 50 guru mendapatkan pelatihan khusus untuk memperkuat kapasitas mereka dalam mendampingi siswa.

Materi disampaikan oleh dr. Hastaning Sakti, dengan fokus pada problematika remaja, regulasi emosi, serta teknik komunikasi empatik. Kegiatan ini turut dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Sulistyani.

Pada tanggal 15–16 April 2026, sebanyak 100 siswa mengikuti sesi lanjutan yang menekankan pentingnya pergaulan sehat, pencegahan perundungan dan kekerasan seksual, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia digital.

Siswa juga didorong untuk mengenali potensi diri dan membangun kepercayaan diri.

Sebagai penutup, pada 17 April 2026 dilaksanakan sesi parenting yang menghadirkan orang tua siswa.

Dalam sesi ini, psikiater dr. Agung Kadarman Stefanus memberikan edukasi terkait dinamika psikologis remaja dan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan mental anak.

Wujud Nyata Area Fokus Rotary

Melalui program ini, Rotary menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian integral dari upaya pencegahan dan penanganan penyakit (Disease Prevention and Treatment).

Dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan, Rotary membangun pendekatan kolaboratif untuk menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesejahteraan mental generasi muda.

Penutup

Program Mental Health Awareness yang dijalankan secara berkelanjutan ini menunjukkan komitmen nyata Rotary District 3420 dalam memberikan dampak sosial yang luas dan berkelanjutan.

Dengan memperluas jangkauan dan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, Rotary terus berupaya membangun generasi muda yang sehat secara mental, tangguh, dan siap menghadapi masa depan. (san/*)

Editor : Ali Mustofa
psikologi remaja kesehatan rotary dunia digital Kudus