Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Misteri Bau Busuk di Indekos Kudus Terkuak, Pria Ditemukan Tewas Lebih dari 3 Minggu

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 15 April 2026 | 00:13 WIB
Ilustrasi tewas
Ilustrasi tewas

RADAR KUDUS - Warga Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota Kudus, digemparkan oleh penemuan jasad seorang pria di kamar indekos pada Selasa (14/4/2026). 

Korban diketahui bernama Indera Putra (45), perantau asal Cilincing, Jakarta Utara, yang tinggal seorang diri di lokasi tersebut.

Penemuan ini bermula dari kecurigaan penghuni lain terhadap bau tidak sedap yang tercium kuat dari lantai dua bangunan indekos.

Aroma menyengat itu dirasakan semakin mengganggu hingga akhirnya salah satu penghuni meminta bantuan untuk memeriksa sumbernya.

Saat pintu kamar dibuka, penghuni dibuat terkejut. Tubuh korban sudah dalam kondisi membusuk parah, bahkan sebagian telah mengarah ke tahap kerangka.

Hal ini mengindikasikan bahwa korban telah meninggal cukup lama tanpa diketahui siapa pun.

Kapolsek Kudus Kota, AKP Subkhan, menjelaskan bahwa korban diduga telah meninggal dunia sejak lebih dari tiga minggu, bahkan bisa mencapai satu bulan.

Minimnya interaksi sosial korban dengan lingkungan sekitar membuat kepergiannya luput dari perhatian.

“Korban tinggal sendiri di Kudus, sehingga tidak ada yang menyadari kondisinya hingga bau menyengat tercium,” ungkapnya.

Tim kepolisian bersama tenaga medis dari Puskesmas Rendeng segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau dugaan keterlibatan pihak lain dalam kematian tersebut.

Di dalam kamar, petugas menemukan obat hipertensi jenis propranolol.

Berdasarkan temuan ini, korban diduga meninggal akibat gangguan jantung atau kegagalan fungsi organ vital secara mendadak.

Setelah proses identifikasi selesai, jasad korban dievakuasi oleh tim BPBD Kabupaten Kudus dan dibawa ke RSUD dr. Loekmono Hadi untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Kasus ini menjadi pengingat penting tentang risiko hidup sendiri tanpa pengawasan sosial, terutama bagi perantau.

Minimnya komunikasi dengan lingkungan sekitar bisa membuat kondisi darurat, bahkan kematian, tidak segera terdeteksi.

Editor : Mahendra Aditya
#jasad kudus #indekos kudus #pria meninggal sendirian #berita kudus #penemuan mayat