Viral! Siswa Kudus Surati Presiden soal MBG, Dinsos Turun Tangan Beri Pendampingan

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 18:12 WIB
PENDAMPINGAN: Tim dari Dinsos P3AP2KB Kudus melakukan pendampingan kepada siswa SMK NU Miftahul Falah yang viral setelah mengirim sutat kepada presiden tentang MBG kemarin. (DINSOS P3AP2KB KUDUS UNTUK RADAR KUDUS)
PENDAMPINGAN: Tim dari Dinsos P3AP2KB Kudus melakukan pendampingan kepada siswa SMK NU Miftahul Falah yang viral setelah mengirim sutat kepada presiden tentang MBG kemarin. (DINSOS P3AP2KB KUDUS UNTUK RADAR KUDUS)
KUDUS – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kudus mendampingi siswa SMK yang menyurati presiden, terkait usulan pengalihan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kesejahteraan guru.
”Kami sudah mendatangi siswa (yang memberi masukan agar anggaran MBG dialihkan untuk kesejahteraan guru) di sekolahnya hari ini (kemarin, Red). Bertemu dengan siswanya langsung,” kata Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus Putut Winarno kemarin (6/4).
Winarno menjelaskan, dalam pertemuan dengan siswa yang bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi itu, informasinya dia mendapatkan tekanan dari pihak luar. Namun, setelah betemu dengan anaknya langsung, tidak menampakkan bahwa dirinya merasa tertekan.
”Saat kami ketemu anaknya, tidak kelihatan rasa takut. Secara psikologis juga tidak terganggu. Anaknya pemberani. Tapi kami tetap siap kalau memang yang bersangkutan butuh pendampingan berlanjut, jika ada sesuatu,” lanjut Winarno.
Saat bertemu Arsya, dia didampingi satu guru. Dari Dinsos P3AP2KB Kudus mempersilakan jika memang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, semisal gangguan atau intimidasi yang membuat siswa ketakutan, agar bisa menghubungi Dinsos P3AP2KB Kudus.
”Kalau ada apa-apa langsung hubungi ini (Dinsos Kudus, Red). Kami siap pokoknya,” kata pria yang akrab disapa Win itu.
Winarno bercerita, dalam pertemuan dengan Arsya itu, dia menyatakan mendapatkan banyak dukungan. Bahkan, sebelum menulis surat itu, ia meminta izin kepada orang tuanya.
”Jadi, intinya dia tidak menolak program MBG, tetapi alangkah baiknya jika anggarannya dialihkan untuk kesejahteraan guru. Itu saran siswa tersebut. Sudah punya pendapat perlu dihargai,” katanya. (san/lin)
Editor : Mahendra Aditya
siswa surati presiden kesejahteraan guru Anggaran MBG dinsos kudus MBG kudus