Pantauan di lokasi, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak memenuhi area pendapa dengan berbaris rapi di sisi kanan dan kiri.
Dihadiri juga ketua panitia seleksi (Pansel) Sekda Kudus, Iwanuddin Iskandar.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton berdiri menghadap ke selatan, sementara Sekda yang baru, Eko Djumartono, berada di sisi selatan menghadap kepala daerah.
Prosesi pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah jabatan yang dilakukan secara Islam.
Setelah itu, Sekda baru menandatangani berita acara sumpah jabatan disaksikan para pejabat yang hadir.
Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat, di mana seluruh tamu yang hadir bergantian bersalaman dengan Sekda baru.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini dilakukan segera setelah masa jabatan Sekda sebelumnya berakhir pada 31 Maret.
Ia meminta Sekda yang baru untuk langsung bekerja maksimal tanpa jeda.
“Koordinasi dengan OPD, baik internal maupun eksternal, harus berjalan baik. Meski kondisi saat ini tidak mudah, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berkualitas, cepat, dan membahagiakan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti sejumlah aspek yang perlu dibenahi, mulai dari disiplin pegawai, kecepatan respons layanan, hingga capaian indikator pembangunan seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pengangguran, kemiskinan, dan stunting.
Selain itu, indikator kinerja daerah juga mencakup program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta penguatan sektor pendidikan melalui sekolah rakyat.
Tak hanya itu, Bupati juga mengungkapkan masih adanya sejumlah jabatan strategis yang kosong di lingkungan Pemkab Kudus.
Posisi tersebut di antaranya Direktur RSUD, Kepala Dinas PKPLH, Inspektorat, hingga Staf Ahli.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengajukan pembentukan panitia seleksi (pansel) dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Rencananya April ini kita ajukan ke BKN untuk seleksi terbuka. Ini peluang bagi generasi muda untuk berkreasi dan menunjukkan kinerja terbaik,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, Bupati menekankan bahwa kualitas pelayanan publik tidak boleh menurun.
Ia bahkan menginstruksikan efisiensi, termasuk pengendalian konsumsi bahan bakar minyak (BBM), tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
“Walaupun anggaran berkurang, pelayanan harus tetap cepat, tepat, berkualitas, dan membahagiakan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekda Kudus Eko Djumartono menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung visi dan misi kepala daerah.
Ia menegaskan akan segera melakukan evaluasi, terutama pada belanja aparatur agar lebih efisien dan tepat sasaran.
“Kita akan evaluasi belanja, termasuk efisiensi BBM. Jangan sampai sudah ada kebijakan bersepeda, tapi konsumsi BBM tetap sama. Itu harus sinkron,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan diterbitkan surat edaran terkait pola kerja fleksibel, seperti work from anywhere (WFA) dan work from home (WFH), termasuk pengaturan persentase efisiensi yang akan diterapkan. (dik)
Editor : Andika Trisna Saputra