Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jembatan Garuda Ngembalrejo Mulai Dikerjakan, Mudahkan Akses Masyarakat 

Andika Trisna Saputra • 2026-03-31 18:16:55

TINJAU: Jajaran Forkopimda Kudus meninjau lokasi yang akan dibangun Jembatan Garuda di Desa Ngembalrejo, Selasa (31/3). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
TINJAU: Jajaran Forkopimda Kudus meninjau lokasi yang akan dibangun Jembatan Garuda di Desa Ngembalrejo, Selasa (31/3). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
 
BAE – Akses warga di Dusun Boto Lor, Desa Ngembalrejo, akhirnya mulai dibenahi melalui pembangunan Jembatan Garuda, Selasa (31/3).
Proyek ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini harus bertaruh keselamatan saat melintasi jembatan bambu sederhana. 

Pantauan di lokasi, jembatan lama terbuat dari bambu dengan lebar hanya sekitar satu meter dan berada di ketinggian sekitar tiga meter dari permukaan sungai.

Kondisi tersebut hanya memungkinkan dilalui pejalan kaki, bahkan kerap membahayakan terutama saat musim hujan dan banjir. 

Jembatan ini menjadi penghubung vital antara RT 1 dan RT 3 RW 5 Dusun Boto Lor.

Selama ini, mobilitas warga sangat terbatas karena kondisi jembatan yang mudah rusak dan harus diperbaiki berulang kali setiap tahun. 

Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yusuufa Allan Andriase memimpin langsung groundbreaking pembangunan Jembatan Garuda.

Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak melalui konferensi video bersama jajaran TNI Angkatan Darat di wilayah Jawa Tengah, yang dipimpin Pangdam IV/Diponegoro. 

Pembangunan ini merupakan bagian dari program infrastruktur TNI AD yang menyasar wilayah pelosok.

Selain di Kudus, kegiatan serupa juga dilakukan di Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, sebagai bagian dari inisiatif skala nasional untuk membuka akses transportasi masyarakat di daerah terpencil. 

“Melalui petunjuk dan perintah dari Bapak Presiden, pembangunan ini ditujukan untuk memperlancar mobilisasi masyarakat desa, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan,” ujar Dandim.

Ia menjelaskan, jembatan yang akan dibangun berupa jembatan gantung sepanjang sekitar 18 meter, menyesuaikan lebar sungai yang mencapai 10 meter.

Konstruksi dirancang khusus agar tahan terhadap kondisi sungai yang kerap dilanda banjir. 

“Karena kondisi sungai sering banjir, maka konstruksi akan dimodifikasi sesuai kontur tanah dan kondisi lapangan,” jelasnya.

Pengerjaan proyek ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan.

Proyek ini menggunakan anggaran dari pusat.

Sekitar 40 personel TNI diterjunkan dan akan bekerja bersama masyarakat setempat dengan sistem gotong royong. 

Sementara itu, Kepala Desa Ngembalrejo, Mohammad Zakaria, menyampaikan rasa syukur atas realisasi pembangunan jembatan permanen tersebut.

Menurutnya, keberadaan jembatan yang layak sudah lama dinantikan warga. 

“Selama ini warga hanya menggunakan jembatan bambu yang setiap tahun rusak terbawa banjir. Dengan adanya program ini, kami sangat bersyukur karena akhirnya bisa terealisasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, jembatan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas warga sehari-hari.

Mulai dari petani yang membawa hasil panen, pelajar menuju sekolah, hingga masyarakat yang beraktivitas ke pasar dan tempat ibadah. 

“Ini sangat urgen. Semua aktivitas warga melewati jalur ini,” tandasnya. (dik)

 

Editor : Andika Trisna Saputra
#tni ad #proyek #akses masyarakat #jembatan Garuda #jembatan