Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Detik-detik Pelepasan Bos Djarum Michael Bambang Hartono, Tradisi Pecah Semangka Penuh Makna

Ali Mustofa • Rabu, 25 Maret 2026 | 12:33 WIB
PEMBERANGKATAN JENAZAH: Keluarga mendiang Michael Bambang Hartono menabur bunga di halaman GOR Jati, Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)
PEMBERANGKATAN JENAZAH: Keluarga mendiang Michael Bambang Hartono menabur bunga di halaman GOR Jati, Kudus. (GALIH ERLAMBANG W/ Radar Kudus)

KUDUS – Suasana haru menyelimuti GOR Djarum Jati, Kudus, Rabu (25/3) pagi.

Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan karyawan PT Djarum, kerabat, serta relasi telah memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Chairman PT Djarum, Michael Bambang Hartono, sebelum dimakamkan di Rembang.

Sebelum prosesi pemberangkatan, terlebih dahulu digelar misa arwah sebagai bentuk doa bersama bagi almarhum.

Suasana khidmat terasa saat para pelayat larut dalam doa, mengiringi kepergian salah satu tokoh besar di Indonesia tersebut.

Sekitar pukul 08.33 WIB, jenazah mulai diberangkatkan menuju Rembang.

Peti jenazah diusung keluar dari ruang persemayaman oleh anggota TNI, kemudian dimasukkan ke dalam mobil jenazah berwarna hitam.

Keluarga pun memberikan penghormatan terakhir sebelum rombongan berangkat.

Dalam prosesi tersebut, dilakukan tradisi pecah semangka di depan mobil jenazah.

Tradisi ini memiliki makna simbolis sebagai penanda berakhirnya perjalanan hidup seseorang di dunia, sekaligus doa agar perjalanan menuju keabadian diberi kelancaran.

Usai prosesi tersebut, keluarga melanjutkan dengan tabur bunga di sepanjang jalan hingga keluar kawasan PB Djarum sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

Ratusan karyawan PT Djarum turut berdiri berjajar di pinggir jalan, memberikan salam perpisahan saat iring-iringan kendaraan jenazah melintas.

Suasana penuh duka tampak jelas dari wajah para pelayat yang mengantar kepergian tokoh yang selama ini mereka hormati.

Rombongan kendaraan jenazah mendapat pengawalan dari aparat kepolisian, serta diiringi sejumlah bus dan mobil menuju lokasi pemakaman di Rembang.

Salah satu karyawan PT Djarum, Sri Rahayu, yang telah bekerja selama 23 tahun, mengaku sangat kehilangan atas wafatnya almarhum.

Ia menilai jasa yang diberikan begitu besar, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Hal serupa disampaikan Aning Windarti. Ia mengenang almarhum sebagai sosok yang baik dan pekerja keras, serta menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Menurutnya, selama bekerja di PT Djarum, ia merasakan manfaat nyata dalam menopang kehidupan keluarganya. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#Michael Bambang Hartono #peti jenazah #pt djarum #penghormatan #Kudus