KUDUS - Sejumlah karyawan PT Djarum, kerabat, maupun relasi memadati GOR Djarum Jati, Kudus sejak Rabu (25/3) pagi.
Kedatangan mereka memberikan penghormatan terakhir almarhum Chairman PT Djarum Michael Bambang Hartono untuk dikebumikan di Rembang.
Kedatangan sejumlah pelayat ini sejak pukul 07.00. Jenazah orang terkaya di Indonesia itu, sebelum diberangkatkan ke Rembang dilaksanakan terlebih dahulu misa arwah atau mendoakan jenazah Michael Bambang Hartono.
Setelah dilaksanakan doa bersama, jenazah diberangkatkan menuju ke Rembang sekitar pukul 08.33.
Peti jenazah dikeluarkan dari persemayaman dengan diangkat oleh anggota TNI.
Peti jenazah Michael Bambang Hartono kemudian dimasukkan ke dalam mobil berwarna hitam.
Sebelum diberangkatkan, keluarga mendiang memberikan penghormatan terakhir.
Prosesi pecah semangka dilakukan di depan mobil pembawa jenazah chairman PT Djarum tersebut.
Tradisi pecah semangka ini melambangkan selesainya kehidupan manusia di dunia, serta bertujuan mempermudah jalan roh dan sebagai simbol penghormatan terakhir.
Keluarga kemudian melaksanakan prosesi tabur bunga di jalan hingga keluar PB Djarum untuk mengiringi keberangkatan jenazah.
Sementara dalam proses pemberangkatan jenazah tersebut, ratusan karyawan PT Djarum berdiri di pinggir jalan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Mobil jenazah yang keluar dikawal oleh sejumlah petugas kepolisian.
Serta diiringi bus hingga mobil untuk mengantarkan ke tempat persemayaman di Rembang.
Salah satu karyawan PT Djarum yang bekerja di brak Sigaret Kretek Tangan (SKT) Terban, Sri Rahayu mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya.
Dia mengakui, jasa mendiang cukup besar untuk Kudus maupun Indonesia.
”Saya mengucapkan turut berbelasungkawa, kami merasa kehilangan, jasa almarhum cukup besar bagi karyawan yang memberikan lapangan pekerjaan bagi semua orang,” kata perempuan yang sudah bekerja di PT Djarum selama 23 tahun itu.
Sementara itu, karyawan PT Djarum lainnya, Aning Windarti mengaku sosok almarhum dikenal cukup baik. Sosok almarhum bisa menjadi teladan oleh siapapun.
”Saya melihat almarhum pak Bambang orangnya baik dan pekerja keras. Saya juga merasakan selama bekerja di Djarum sudah menghasilkan untuk keluarga,” ungkapnya. (gal)
Editor : Ali Mustofa