
RADAR KUDUS – Di tengah sorotan publik mengenai transparansi pembiayaan program kesejahteraan rakyat, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan kepastian terkait kelangsungan program Pasar Murah yang digelar di kawasan Monas.
Meski dicecar berbagai pertanyaan mengenai rincian sumber pendanaan, Seskab memberikan jawaban yang lugas dan optimis.
Menanggapi keingintahuan awak media mengenai dari mana pos anggaran untuk kegiatan masif ini berasal, Teddy Indra Wijaya memilih untuk tidak terjebak dalam teknis birokrasi yang rumit saat memberikan keterangan.
Dengan nada tegas namun tenang, ia memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan keberlanjutan program tersebut.
"Pokoknya ada," ujar Teddy singkat saat ditemui di lokasi, menekankan bahwa pemerintah telah mengalkulasi kebutuhan dana dengan matang agar program ini berjalan tanpa kendala.
Jawaban tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah telah memprioritaskan anggaran khusus untuk menjaga stabilitas ekonomi mikro, terutama dalam membantu masyarakat menengah ke bawah memenuhi kebutuhan pokok mereka.
Program Pasar Murah di Monas bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk melakukan intervensi pasar, khususnya dalam menghadapi fluktuasi harga pangan menjelang dan selama periode Lebaran.
Melalui penyediaan sembilan bahan pokok (sembako) dengan harga di bawah rata-rata pasar—bahkan beberapa di antaranya disalurkan secara gratis—pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil.
Beberapa poin utama dari pelaksanaan program ini meliputi:



