KUDUS – Michael Bambang Hartono dikenal sebagai salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Indonesia.
Bersama sang adik, Robert Budi Hartono, ia membesarkan perusahaan rokok Djarum hingga menjadi salah satu korporasi besar di tanah air.
Michael lahir di Kudus pada 2 Oktober 1939 dan merupakan putra dari Oei Wie Gwan, pendiri perusahaan tersebut.
Selain sukses di dunia usaha, Michael juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial melalui Djarum Foundation.
Lembaga ini bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, olahraga, pelestarian lingkungan, hingga budaya.
Kiprahnya di dunia bisnis pun mendapat pengakuan luas. Pada 2011, majalah Forbes menempatkannya sebagai orang terkaya di Indonesia.
Bahkan pada 2026, namanya tercatat berada di peringkat 149 dalam daftar orang terkaya dunia.
Perjalanan panjang Michael sebagai pengusaha berakhir pada Kamis, 19 Maret 2026.
Ia meninggal dunia di Singapura dalam usia 86 tahun setelah menjalani perawatan.
Sosok yang akrab disapa Michael Hartono ini juga dikenal sebagai pemegang saham utama Bank Central Asia (BCA).
Sebagai putra asli Kudus, Michael tumbuh bersama keluarganya yang telah lebih dahulu merintis usaha.
Bisnis tersebut bermula ketika sang ayah membeli pabrik rokok kretek bernama Djarum pada tahun 1951.
Setelah Oei Wie Gwan wafat pada 1963, tongkat estafet usaha dilanjutkan oleh Michael bersama adiknya.
Sebelum dikenal sebagai pengusaha besar, Michael menempuh pendidikan tinggi di Universitas Diponegoro, tepatnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Kampus tersebut turut menyampaikan belasungkawa melalui akun resminya atas wafatnya salah satu alumninya yang telah memberi kontribusi besar di dunia usaha.
Menurut informasi dari laman resmi Undip, setelah menyelesaikan studinya, Michael melanjutkan pengelolaan bisnis keluarga.
Dalam perjalanan bisnisnya, ia sempat menghadapi berbagai tantangan, termasuk musibah kebakaran pabrik yang menyebabkan kerugian besar.
Namun, usaha tersebut berhasil bangkit dan berkembang pesat.
Hubungan Michael dengan almamaternya juga tetap terjalin.
Pada peringatan 60 tahun FEB Undip pada 2020, ia pernah menyampaikan orasi ilmiah yang menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan tinggi dalam menghadapi era globalisasi dan Revolusi Industri 4.0.
Pesan tersebut menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang kompetitif.
Di luar dunia bisnis, Michael juga memiliki minat besar di bidang olahraga, khususnya bridge.
Ia mulai mengenal olahraga tersebut sejak masa pendudukan Jepang melalui pamannya.
Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Michael pernah mengatakan bahwa bridge membantu melatih kemampuan berpikir strategis serta keberanian mengambil keputusan.
Bahkan pada 2018, ia masih aktif mengikuti kompetisi bridge di ajang Asian Games 2018.
Dalam ajang tersebut, ia berhasil meraih medali perunggu pada nomor beregu dan tercatat sebagai atlet tertua yang ikut bertanding.
Kepedulian Michael terhadap dunia pendidikan juga dirasakan langsung oleh para karyawan.
Chairman PT Djarum tersebut diketahui kerap memberikan beasiswa kepada anak-anak karyawan buruh rokok yang berprestasi hingga jenjang perguruan tinggi.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (RTMM) PT Djarum, Ali Muslikin, menyebut almarhum sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap kesejahteraan karyawan, terutama dalam bidang pendidikan.
“Yang kami rasakan, termasuk saya sendiri, adalah adanya beasiswa bagi anak karyawan buruh rokok yang berprestasi hingga kuliah,” ujarnya, Minggu (22/3) malam.
Menurutnya, bantuan pendidikan melalui Djarum Foundation sangat membantu keluarga karyawan.
Meski mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Michael, Ali mengatakan nilai-nilai yang ditanamkan almarhum masih terasa kuat di lingkungan perusahaan.
Ia juga menilai budaya kekeluargaan di PT Djarum begitu kuat.
Para karyawan kerap diingatkan bahwa mereka merupakan bagian dari satu keluarga besar perusahaan.
Ali bersama perwakilan karyawan pun menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Michael.
Ia meyakini manajemen PT Djarum telah mempersiapkan regenerasi kepemimpinan dengan baik agar perusahaan tetap berkembang di masa mendatang.
Editor : Ali Mustofa