KUDUS – Arus pelayat dari berbagai lapisan masyarakat terus berdatangan ke GOR Djarum Jati, Kudus, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Chairman PT Djarum, Michael Bambang Hartono, yang wafat pada Kamis (19/3) di Singapura.
Sejak jenazah disemayamkan di Kudus mulai Minggu (22/3), suasana duka terasa begitu mendalam.
Sejumlah tokoh penting tampak hadir dalam prosesi penghormatan tersebut, di antaranya Direktur Utama PT Djarum Victor Rachmat Hartono, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton.
Jajaran Forkopimda juga turut hadir, bersama keluarga besar almarhum, termasuk sang istri, Ikawati Budiarto.
Tak hanya dari kalangan pejabat dan keluarga, ribuan karyawan dari berbagai unit kerja atau brak Djarum datang silih berganti untuk melayat.
Mereka mengenakan pakaian putih sebagai simbol penghormatan terakhir kepada sosok yang selama ini dikenal sebagai figur penting dalam industri rokok nasional.
Masyarakat umum juga diberikan kesempatan untuk turut memberikan penghormatan.
Pihak keluarga membuka akses bagi relasi, karyawan, dan warga sejak 22 hingga 24 Maret 2026.
Pada Senin (23/3), jumlah pelayat dari kalangan karyawan terus mengalir sejak pagi hingga malam, memenuhi area GOR.
Sebelumnya, jenazah almarhum diberangkatkan dari Singapura menuju Jakarta pada 20 Maret 2026, lalu disemayamkan di rumah duka Grand Heaven Jakarta hingga 22 Maret.
Setelah itu, jenazah dibawa ke Kudus dan disemayamkan di GOR Djarum Jati untuk penghormatan lanjutan.
Rangkaian prosesi akan berlanjut hingga hari pemakaman. Pada Rabu (25/3), misa pelepasan dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 WIB di GOR Djarum Jati.
Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan menuju pemakaman keluarga di Dukuh Godo, Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang.
Upacara pemakaman direncanakan dimulai sekitar pukul 10.40 WIB, dengan prosesi utama di pusara berlangsung pada pukul 11.00 WIB.
Lokasi tersebut akan menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi tokoh pengusaha yang telah memberi kontribusi besar terhadap perkembangan industri dan perekonomian nasional. (dik)
Editor : Ali Mustofa