Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Motif Sepele Berujung Tawuran, Polsek Kudus Kota Kudus Bertindak Tegas, 21 Remaja Diamankan

Ali Mustofa • Rabu, 4 Maret 2026 | 12:13 WIB

SENJATA TAJAM: Polisi menunjukkan barang bukti yang disita saat perang air di belakang PG Rendeng.
SENJATA TAJAM: Polisi menunjukkan barang bukti yang disita saat perang air di belakang PG Rendeng.

KUDUS – Jajaran Polsek Kudus Kota terus mendalami kasus rencana tawuran yang terjadi di kawasan belakang Pabrik Gula Rendeng.

Aparat kini memburu identitas sejumlah remaja yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Upaya pengungkapan dilakukan secara intensif oleh Unit Reskrim dan Unit Intelkam sejak insiden Minggu dini hari (1/3).

Penyelidikan berjalan maraton untuk mengurai rencana bentrokan yang sebelumnya berhasil digagalkan polisi.

Sejauh ini, sebanyak 21 orang telah diamankan untuk dimintai keterangan terkait dugaan tawuran bersenjata tajam di sekitar PG Rendeng.

Namun penyelidikan belum berhenti. Petugas masih memburu sejumlah nama lain yang diduga kuat turut ambil bagian dalam aksi tersebut.

Beberapa pelajar dan remaja lain hasil pengembangan pemeriksaan kini masuk dalam daftar pencarian.

Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara terungkap bahwa motif rencana tawuran tergolong sepele, namun berpotensi membahayakan keselamatan banyak pihak.

“Kami ingin persoalan ini diselesaikan sampai tuntas. Komunitas yang mengarah pada aktivitas negatif akan kami tindak tegas demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kudus Kota,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan para terduga pelaku, aksi tersebut merupakan buntut dari perang air yang terjadi sehari sebelumnya di Desa Pedawang, Kecamatan Bae.

Salah satu pihak disebut merasa tidak terima karena dianggap kalah, lalu mengajak rekannya untuk melakukan aksi balasan yang direncanakan.

Dari hasil pengembangan, polisi juga menemukan adanya keterlibatan komunitas remaja bernama Tongker (Tongkrongan Keren).

Aparat telah mengantongi data komunitas tersebut beserta sejumlah anggotanya yang berasal dari berbagai sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK.

Para remaja yang diperiksa memiliki latar belakang berbeda, mulai dari pelajar hingga pemuda yang sudah bekerja. Meski demikian, mayoritas berasal dari wilayah Kecamatan Bae.

Dalam proses penyelidikan, polisi turut menyita beberapa senjata tajam yang diduga hendak digunakan.

Selain itu, sebanyak 12 sepeda motor yang dipakai para terduga pelaku juga berhasil diidentifikasi, termasuk kendaraan dari luar daerah seperti Pati dan Semarang.

Polsek Kudus Kota memastikan kasus ini akan dituntaskan agar tidak berkembang lebih luas, sekaligus mencegah munculnya komunitas serupa di kemudian hari.

“Kami mengimbau para orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya, khususnya di luar jam sekolah. Kami tidak akan mentolerir tindakan yang mengganggu ketertiban umum di Kota Kudus,” pungkas AKP Subkhan. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#tawuran #polisi #senjata tajam #remaja #Kudus