Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ribuan Warga Padati Kirab Dandangan Kudus, Bedug Ditabuh Sambut 1 Ramadan 1447 Hijriah

Andika Trisna Saputra • Rabu, 18 Februari 2026 | 18:37 WIB
TANDA: Petugas penabuh bedug Menara Kudus menabuh bedug dandangan sebagai pertanda dimulainya bulan suci ramadan, Rabu (18/2). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
TANDA: Petugas penabuh bedug Menara Kudus menabuh bedug dandangan sebagai pertanda dimulainya bulan suci ramadan, Rabu (18/2). (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Tradisi Dandangan kembali menggema di Kota Kretek.

Rabu (18/2) sore, kirab Dandangan dan tabuh bedug digelar meriah sebagai penanda datangnya 1 Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Kamis (19/2).

Ribuan warga memadati rute kirab hingga kawasan Masjid Menara Kudus sejak pukul 15.00 WIB.

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, mengatakan tradisi ini menjadi momentum syiar sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Pemkab Kudus bekerja sama dengan Yayasan Makam Menara Sunan Kudus untuk menyukseskan rangkaian acara.

“Karena besok sudah puasa, ini tradisi Kabupaten Kudus. Semoga Dandangan membuat masyarakat senang dan membangkitkan ekonomi, khususnya para pedagang kaki lima,” ujarnya.

Menurutnya, selama 10 hari pelaksanaan Dandangan, antusiasme pengunjung sangat luar biasa.

Pihaknya akan menghitung total omzet perputaran ekonomi dan menyampaikannya secara terbuka kepada publik melalui media.

Ia juga memastikan akan ada evaluasi untuk perbaikan ke depan.

“Silakan masyarakat menjalani ibadah puasa dengan tekun. Semoga Ramadan tahun ini memperkuat ketakwaan kita bersama,” pesannya.

Pelaksana Harian Kepala Disbudpar Kudus, Teguh Riyanto, menjelaskan kirab diawali dengan apel di Alun-alun Kulon, kemudian peserta berjalan kaki menuju Menara Kudus sejauh kurang lebih 500 meter.

Setibanya di lokasi, rombongan melaksanakan salat Asar berjamaah dan ziarah ke makam Sunan Kudus sebelum prosesi tabuh bedug.

Ia menuturkan, pemilihan Alun-alun Kulon bukan tanpa alasan.

Secara historis, kawasan itu dahulu menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Kudus saat menanti pengumuman awal Ramadan dari Sunan Kudus.

Dari titik tersebut, warga diajak menuju menara untuk menyaksikan tabuhan bedug sebagai penanda resmi dimulainya puasa.

Sekitar pukul 17.00 WIB, bedug di menara ditabuh.

Bunyi “dang, dang, dang” yang menggema menjadi simbol datangnya bulan suci.

Prosesi ini menegaskan fungsi Dandangan bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga sarat makna religius dan sejarah, bahkan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda yang terus dijaga kelestariannya.

Panitia pelaksana tabuh bedug dandangan, Ahmad Arinal Haq, menambahkan prosesi diawali ziarah bersama serta penjelasan ulama tentang keutamaan Ramadan.

Di atas menara, sekitar delapan personel bertugas menabuh bedug dan melantunkan selawat.

“Durasi tidak lama, cukup beberapa tabuhan sebagai tanda Ramadan tiba. Pengunjung bisa menyaksikan dari luar karena keterbatasan tempat di atas menara,” jelasnya.

Ia menambahkan, adanya penabuhan bedug Dandangan, masyarakat Kudus resmi menyambut Ramadan 1447 Hijriah.

Tradisi turun-temurun ini tak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga menguatkan identitas religius dan kebersamaan warga Kota Kretek menjelang bulan suci. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#Kirab Dandangan Kudus #tabuh bedug #ramadan #dandangan kudus #menara kudus