KUDUS – Banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem yang melanda 66 desa di 9 kecamatan Kabupaten Kudus sejak 9 Januari 2026 telah ditetapkan sebagai status tanggap darurat bencana oleh Pemerintah Kabupaten Kudus.
Dari bencana tersebut, jumlah warga terdampak mencapai 70.610 jiwa dari 22.524 KK di 66 desa pada 9 kecamatan, termasuk para pekerja pabrik rokok yang setiap hari harus berjuang melewati genangan air untuk tetap bekerja.
Sebagai wujud kepedulian sosial tanggap bencana, BPJS Kesehatan Cabang Kudus berkolaborasi dengan Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman - Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) Kabupaten Kudus menyalurkan bantuan logistik kepada para pekerja rokok yang terdampak banjir (12/02).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Heni Riswanti, menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu meringankan beban para korban banjir di tengah kondisi yang sulit.
Tidak hanya itu, BPJS Kesehatan Cabang Kudus turut mensosialisasikan kanal layanan BPJS Kesehatan yang bisa diakses oleh para pekerja dalam mendapatkan layanan Kesehatan sebagai Peserta JKN.
"Kami berharap bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan dasar para pekerja yang sedang berjuang menghadapi dampak bencana. Selain memberikan bantuan, kami juga mensosialisasikan kanal – kanal layanan yang dapat diakses oleh para pekerja. Tentunya selain yang bersifat tatap muka, kami sampaikan juga Aplikasi Mobile JKN dan layanan PANDAWA yang lebih mudah diakses kapanpun dan dimanapun. Para pekerja dapat secara mandiri melakukan pengecekan data kepesertaannya melalui handphone," tegas Heni.
Heni juga menyampaikan himbauan kepada seluruh pekerja agar senantiasa menjaga kesehatan, mengingat cuaca ekstrem yang masih terus berlangsung.
Ia menambahkan, bahwa sebagai Peserta JKN, para pekerja rokok dapat mengakses layanan kesehatan dengan berobat ke fasilitas kesehatan menggunakan Program JKN.
“Kami menghimbau kepada seluruh pekerja untuk selalu menjaga kesehatan karena sampai saat ini cuaca ekstrem masih terus berlanjut terutama di Kabupaten Kudus ini, hujan masih sering turun dan disertai angin kencang. Sebagai Peserta JKN, pastikan kepesertaannya selalu aktif agar saat digunakan dapat menjamin pelayanan medis yang diperlukan,” tambah Heni.
Ketua Pimpinan Cabang FSP RTMM-SPSI Kabupaten Kudus, Sabar, menyambut baik kolaborasi ini.
Menurutnya, sinergi yang terjalin termasuk wujud nyata kepedulian terhadap peningkatan kesejahteraan para pekerja rokok dan keluarganya.
"Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi ini, khususnya dalam membantu para pekerja yang terdampak banjir. Saya berharap bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban mereka atas bencana yang terjadi. Ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang nyata dari berbagai pihak terutama bagi kesejateraan para pekerja rokok di Kabupaten Kudus ini," ujarnya dengan penuh apresiasi.
Salah satu pekerja yang terdampak banjir adalah Tyas Yulianis (35), seorang pegawai perusahaan rokok yang beralamat di desa Undaan.
Rumahnya selama beberapa hari terendam banjir setinggi perut orang dewasa. Bencana ini membuat aktivitas sehari-harinya menjadi sangat berat.
"Rumah saya tergenang hampir 3 minggu lamanya, dan kebetulan lokasi rumah juga di bagian dataran rendah. Setiap hari saya harus berangkat jam lima pagi dari rumah dan berjalan kaki. Karena jalanan masih tergenang, saya harus melintasi banjir dengan baju ditaruh di atas kepala agar tidak basah. Setelah sampai di posko pengungsian, baru kemudian saya lanjut ke kantor menggunakan motor, karena motor saya titipkan di tempat pengungsian. Sesampainya di kantor, saya kemudian ganti baju kerja. Meskipun begitu saya tetap semangat bekerja, harus solid menghadapi kondisi ini," ungkap Tyas dengan nada yang penuh perjuangan.
Korban banjir lainnya, Intan (37), yang beralamat di desa Sambung, Kecamatan Undaan, juga menghadapi kesulitan serupa.
Setiap hari ia harus naik truk untuk melewati genangan banjir. Truk tersebut memang mengangkut para pekerja melewati banjir di wilayah Kudus dengan meminta biaya pengantaran.
"Dari rumah, saya naik ojek truk. Satu truk bisa muat banyak orang bahkan motor juga, dan per orang bayar 10.000, kalau motor 60.000. Turun dari truk, saya masih harus naik ojek online untuk sampai ke kantor. Aksesnya sangat susah, menguras tenaga dan biaya. Dengan adanya bantuan ini, saya mengucapkan terimakasih kepada BPJS Kesehatan dan Serikat Pekerja karena bantuan ini sangat membantu kami yang sedang dalam kesulitan," tutur Intan dengan penuh rasa syukur.
Kondisi banjir yang melanda Kabupaten Kudus tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga pada kesehatan fisik dan mental para pekerja.
Banyak di antara mereka yang harus tetap bekerja meskipun kondisi lingkungan tidak mendukung. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan dan FSP RTMM-SPSI menjadi sangat berarti bagi mereka. (*)
Editor : Ali Mustofa