KUDUS - Upaya penyelematan dan konservasi di Lereng Muria terus diupayakan.
Bakti Lingkungan Djarum Foundation lewat aksi One Actione One Tree (OAOT) melakukan penanaman sebanyak 60.321 bibit pohon di Desa Japan, Selasa (10/2).
Program OAOT ini merupakan mengonversi aktivitas olahraga dan aksi digital dengan gerakan nyata peduli lingkungan.
Director of Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara menyampaikan, gerakan OAOT ini sudah berjalan lima tahun silam.
Gerkan OAOT tahun 2025 resmi ditutup dengan melakukan penanaman pohon jenis multipurpose tree species (MPTS) sebanyak 60.321.
Hasil penanaman pohon ini, kata Mutiara merupakan hasil dari konversi dari aktivitas olahraga dan akitivitas di sosial media.
"Capaian dari aktivitas olahraga bersepada mencapai 67.941 KM, berlari 31.051 KM, dan unggahan sosial media 525 kali," katanya.
Diah menambahkan, aksi menanam ini diharapkan tidak secara seremonial saja. Penanaman pohon ini bisa menjadikan sebuah kebiasaan di rumah.
”Langkah kecil ini bisa dimulai dari rumah, menjaga bumi itu lewat upaya kecil. Bisa dengan memakai tumbler,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Wilayah Perhutanan Sosial Yogyakarta Kementerian Kehutanan Ayi Firdaus menyatakan, mengapresiasi langkah dan upaya menjaga ekologi pegunungan Muria yang dilaksanakan oleh BLDF.
Konservasi Muria, kata dia tidak bisa dilakukan secara sendirian.
Pemerintah bergerak sendiri akan kesulitan. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi lintas sektor untuk upaya merawat alam.
”Peran serta BLDF dan kolaborasi untuk merawat Muria sangat dibutuhkan. Langkah ini tentunya bisa mendulang perekonomian masyarakat,” katanya.
Menurutnya menanam adalah memupuk harapan ke depan bagi anak dan cucu kelak.
Dengan merawat alam, maka keutuhannya akan terjaga dan sumber dayanya akan diwarisi oleh generasi yang akan datang.
Sementara itu, Kepala Desa Japan, Sigit Tri Harso menyatakan kegiatan konservasi yang dilaksanakan pihak BLDF telah berdampak nyata bagi lingkungan.
Sebelumnya penanaman telah dilaksanakan di titik rawan.
”Ketika kami merawat alam desa kami sendirian jelas tidak mampu. Kami berterima kasih kepada Djarum Foundation yang telah peduli dengan lereng Muria,” katanya.
Sigit menambahkan, memang tanaman yang ditanam ini baru kecil. Tetapi lima tahun ke depan, generasi yang akan datang akan memanen dan menikmati kelestarian alam Desa Japan. (gal)
Editor : Ali Mustofa