KUDUS – Lonjakan jumlah pengunjung Tradisi Dandangan setiap tahunnya menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kudus.
Untuk mencegah praktik tarif parkir tidak wajar, Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton menegaskan bahwa harga parkir sepeda motor dan mobil di kawasan Dandangan telah ditetapkan secara seragam.
Bellinda menyampaikan, tarif parkir sepeda motor tidak boleh melebihi Rp 5 ribu, sementara kendaraan roda empat atau mobil dipatok maksimal Rp 10 ribu.
Penyeragaman tarif tersebut berlaku di seluruh area Tradisi Dandangan.
“Parkir sudah kita seragamkan. Sepeda motor maksimal Rp 5 ribu dan mobil maksimal Rp 10 ribu. Kantong parkir juga sudah kita sediakan di beberapa titik dan sudah disosialisasikan oleh Dinas Perhubungan,” ujar Bellinda usai membuka Tradisi Dandangan, Senin (9/2).
Ia menuturkan, kebijakan ini diambil demi kenyamanan masyarakat yang datang berkunjung.
Mengingat, Tradisi Dandangan merupakan event budaya tahunan yang selalu dipadati ribuan warga, baik dari Kudus maupun luar daerah.
Bellinda berharap seluruh petugas parkir mematuhi ketentuan tersebut.
Menurutnya, meski tarif parkir yang ditetapkan berada di atas ketentuan perda, hal itu dilakukan karena Dandangan merupakan kegiatan khusus berskala besar.
“Ini memang tarif parkir di atas perda karena ada event khusus. Tapi sudah kita seragamkan. Kalau ada yang menarik di atas ketentuan, pasti akan kita tindaklanjuti,” tegasnya.
Untuk menunjang kelancaran dan ketertiban, Satlantas Polres Kudus bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah kantong parkir resmi.
Parkir sepeda motor disediakan di empat titik, yakni Jalan Pangeran Puger, Jalan Wachid Hasyim, Jalan Kyai Telingsing, dan Jalan Pemuda.
Selain itu, warga sekitar juga membuka lahan parkir tambahan.
Sementara itu, kendaraan roda empat diarahkan ke lima titik parkir, meliputi Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan dr Ramelan, Jalan dr Loekmonohadi, serta Jalan Pemuda.
Diketahui, Tradisi Dandangan akan berlangsung selama sepuluh hari ke depan atau hingga 18 Januari 2026.
Lebih dari seribu pedagang turut meramaikan tradisi khas Kudus tersebut sebagai bagian dari penyambutan Bulan Suci Ramadan. (dik)
Editor : Mahendra Aditya