KUDUS – Ratusan siswa SMAN 2 Kudus diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut terjadi kemarin dan menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah.
Keluhan yang dirasakan siswa beragam, mulai dari tubuh lemas, mual, pusing, diare, hingga sesak napas.
Baca Juga: 600 Siswa SMAN 2 Kudus Alami Gejala Keracunan, Diduga Karena Menu MBG
Bahkan, dilaporkan satu hingga dua siswa sempat kehilangan kesadaran.
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan ambulans hilir mudik memasuki area SMAN 2 Kudus untuk mengevakuasi siswa ke rumah sakit.
Sejumlah siswa lainnya terlihat berkumpul di sekitar ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Situasi sempat berlangsung panik dengan suara sirine ambulans yang terus terdengar dan kerumunan orang di berbagai sudut sekolah.
Beberapa siswa yang kondisinya melemah harus digotong dan ditandu menuju ambulans.
Bahkan, terdapat ambulans yang baru tiba mengalami ban selip di lapangan sekolah, sehingga siswa dan warga sekitar bergotong royong membantu mendorong kendaraan tersebut.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Kudus, Dwiyana, menyampaikan bahwa jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan mencapai sekitar 600 orang.
Dari jumlah tersebut, 118 siswa harus mendapatkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit hingga kemarin siang.
“Total siswa yang merasakan keluhan sekitar 600 orang. Hingga pukul 15.00, sebanyak 118 siswa sudah dirujuk ke rumah sakit,” ujar Dwiyana saat dikonfirmasi.
Para siswa tersebut dirawat di tujuh rumah sakit berbeda, yakni RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Sarkies Aisyiyah, RSI Yakis, RS Kumala Siwi, RS Kartika, dan RS Aisyiyah.
Dwiyana menjelaskan, keluhan kesehatan baru muncul beberapa jam setelah para siswa menyantap menu MBG pada Rabu (28/1) siang.
Saat makanan dikonsumsi, tidak ditemukan keluhan apa pun.
Baca Juga: Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, SPPG Purwosari Minta Maaf
“Kemarin menu MBG berupa soto. Setelah makan belum ada keluhan. Gejala baru muncul malam harinya,” terangnya.
Adapun gejala yang dialami siswa cukup beragam, mulai dari mual, pusing, lemas, hingga diare.
Beberapa di antaranya bahkan sempat pingsan dan membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Pagi kemarin, laporan siswa yang mengalami keluhan semakin banyak diterima pihak sekolah.
Sejumlah guru juga dilaporkan mengalami diare, meski tidak sampai harus dirawat di rumah sakit.
“Pagi tadi antar guru saling bertanya, ternyata ada juga guru yang diare. Namun tidak ada yang dirawat,” jelasnya.
Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan di setiap kelas. Jumlah siswa yang terdampak bervariasi.
“Ada kelas dengan 35 siswa terdampak, ada yang 17, ada juga 20 siswa. Data tiap kelas berbeda,” katanya.
Baca Juga: 112 Siswa SMAN 2 Kudus Dirawat, Dugaan Keracunan MBG Jadi Perhatian Pemkab
Karena jumlah siswa yang terdampak cukup besar, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dan sejumlah puskesmas.
Puluhan ambulans pun dikerahkan untuk mengevakuasi siswa ke rumah sakit di wilayah Kudus.
Dwiyana juga membeberkan data distribusi MBG di SMAN 2 Kudus.
Total makanan yang dibagikan mencapai 1.178 porsi untuk siswa serta 98 porsi untuk guru dan tenaga kependidikan dengan menu yang sama.
“Siswa yang tidak mengonsumsi MBG kemarin tidak mengalami keluhan,” ujarnya.
Baca Juga: 112 Siswa SMAN 2 Kudus Dirawat, Dugaan Keracunan MBG Jadi Perhatian Pemkab
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko, menyampaikan bahwa sejak kemarin pagi sejumlah siswa mulai mengeluhkan gangguan kesehatan.
“Keluhannya berupa pusing, muntah, diare, hingga sesak napas. Bahkan ada satu sampai dua siswa yang sempat pingsan,” ungkapnya.
Menurut Mustiko, seluruh siswa yang dirujuk ke rumah sakit telah mendapatkan penanganan medis.
Sementara siswa yang kondisinya lebih ringan ditangani di ruang UKS.
“Alhamdulillah semua sudah ditangani tenaga medis. Semoga segera pulih,” harapnya.
Salah satu siswa kelas X, Galang Arkana Farizki, mengaku mulai merasakan sakit perut dan pusing sejak pagi hari.
“Perut saya sakit dari pagi, pusing juga. Gejalanya bukan dari MBG hari ini. Kemarin makan masih normal,” tuturnya.
Sementara siswi kelas XII, Dewi Aryani, mengatakan keluhan sakit perut mulai dirasakannya sejak malam hari setelah menyantap MBG pada Rabu.
Baca Juga: Keracunan Massal di SMAN 2 Kudus Diduga dari MBG, Bupati Sam’ani Intakoris Ambil Langkah Cepat
“Kemarin makan sempat sakit perut. Sekarang sudah mendingan, tapi masih lemas dan pusing. Malamnya baru diare,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Travelina Trianova, siswi kelas XII. Ia mengaku mengalami nyeri perut dan diare sejak malam hari.
“Semalam sampai tiga kali BAB. Awalnya saya kira diare biasa. Ternyata banyak yang mengalami. Menu kemarin soto, ada tauge dan sambal. Ayamnya agak berbau,” ujarnya.
Terpisah, Kepala SPPG penyalur MBG, Nasihul Umam, mengatakan pihaknya mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari PIC MBG SMAN 2 Kudus sekitar pukul 07.30.
“Saya bersama ahli gizi dan asisten laboratorium langsung ke sekolah untuk memastikan dan mengonfirmasi menu yang diduga menjadi penyebab,” katanya.
Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Jalani Perawatan Medis
Ia menyebutkan, menu MBG yang disalurkan pada Rabu (28/1) berupa soto ayam suwir, tempe goreng, sayur tauge, dan sambal kecap.
Sampel makanan serta muntahan siswa telah diambil oleh Dinas Kesehatan untuk diuji di laboratorium.
“Kami menunggu hasil uji lab. Kami juga menyampaikan permohonan maaf dan siap bertanggung jawab atas biaya pengobatan seluruh siswa yang terdampak,” tegasnya.
Nasihul menambahkan, SPPG yang dipimpinnya menyalurkan total 2.173 porsi MBG untuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan di 13 sekolah, termasuk SMAN 2 Kudus.
“Saat ini baru SMAN 2 Kudus yang melaporkan kasus keracunan. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh,” ujarnya.
Sambil menunggu hasil laboratorium, pihak SPPG juga melakukan pembenahan internal serta penelusuran ke sekolah lain yang menerima menu serupa.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris merespons cepat kejadian tersebut.
Ia menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap seluruh SPPG di Kabupaten Kudus agar peristiwa serupa tidak terulang.
Baca Juga: Kronologi Dugaan Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus, Gejala Muncul Sejak Malam
Untuk penanganan kasus ini, sedikitnya 50 ambulans disiagakan guna mengevakuasi siswa ke rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah.
“Kami juga memerintahkan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan posko kesehatan di Labkesda apabila kejadian serupa terjadi lagi,” ujarnya.
Selain itu, Sam’ani meminta seluruh SPPG di Kudus ke depan wajib berkoordinasi dengan puskesmas setempat demi mencegah terulangnya dugaan keracunan MBG di wilayah Kudus. (dik/san/gal)