KUDUS – Insiden dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) menimpa ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus pada Kamis (29/1/2026).
Menyikapi kejadian tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari selaku penyedia menu MBG menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, menyatakan pihaknya siap bertanggung jawab penuh atas peristiwa yang diduga berasal dari menu MBG yang disajikan kepada siswa.
Baca Juga: Menu Soto Ayam MBG Jadi Sorotan Usai Ratusan Siswa SMAN 2 Kudus Sakit
Ia menegaskan komitmennya untuk menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa yang terdampak.
“Saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini dan siap bertanggung jawab sepenuhnya. Kami siap membelikan obat serta mengganti seluruh biaya pengobatan siswa,” ujar Umam, Kamis (29/1/2026).
Umam menjelaskan bahwa menu MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah soto ayam.
Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan tersebut untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
“SPPG Purwosari bertanggung jawab atas kejadian ini. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” katanya.
Sebagai informasi, menu MBG soto ayam yang disajikan kepada siswa sebenarnya memiliki komposisi gizi yang cukup lengkap.
Dalam satu porsi terdapat nasi putih sebagai sumber karbohidrat, ayam suwir dalam porsi cukup besar sebagai protein hewani, serta tempe goreng sebagai protein nabati.
Baca Juga: 112 Siswa SMAN 2 Kudus Dirawat, Dugaan Keracunan MBG Jadi Perhatian Pemkab
Menu tersebut juga dilengkapi campuran tauge dan seledri sebagai sumber serat, kuah soto Kudus yang disajikan terpisah, serta buah kelengkeng sebagai pelengkap vitamin.
Secara keseluruhan, seporsi menu MBG soto ayam mengandung energi sekitar 680,4 kilokalori, lemak 26,8 gram, protein 33,2 gram, dan karbohidrat 78,7 gram.
Meski demikian, dugaan keracunan MBG tetap terjadi. Seratusan siswa harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi menu MBG yang disajikan pada Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan keterangan para siswa, menu yang mereka santap berupa soto ayam dengan isian ayam suwir, tauge, seledri, kuah soto, sambal, tempe goreng, nasi putih, serta empat buah kelengkeng.
Baca Juga: Keracunan Massal di SMAN 2 Kudus Diduga dari MBG, Bupati Sam’ani Intakoris Ambil Langkah Cepat
Namun, dari seluruh komponen menu tersebut, ayam suwir menjadi sorotan karena dinilai memiliki rasa yang tidak biasa.
Salah satu siswa, Dwi Restu Saputra, mengaku merasakan kejanggalan pada ayam suwir yang dikonsumsinya.
“Ayamnya terasa sangit, rasanya agak aneh,” ujarnya saat ditemui di sekolah.
Karena merasa tidak enak, Dwi kemudian memberikan ayam suwir tersebut kepada temannya.
Namun, temannya justru mengalami diare berat hingga tidak bisa masuk sekolah keesokan harinya.
“Hari ini dia tidak berangkat karena diare parah,” tuturnya.
Dwi sendiri juga merasakan dampak serius. Sejak malam, ia mengalami diare hebat hingga harus bolak-balik ke kamar mandi sebanyak lima kali. Kondisi tersebut masih berlanjut hingga Kamis pagi.
Keluhan senada juga disampaikan siswa lain, Faiya Ilya. Meski gejala yang dialaminya tidak terlalu berat, ia membenarkan bahwa menu MBG yang dikonsumsi adalah soto ayam lengkap dengan kondimennya.
Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Jalani Perawatan Medis
“Kemarin makan soto, isinya ayam, seledri, cambah, kuah, dan ada tempe,” katanya.
Jumlah siswa yang mengalami dugaan keracunan MBG terus bertambah.
Hingga Kamis (29/1/2026), data sementara mencatat sebanyak 112 siswa SMA Negeri 2 Kudus harus mendapatkan perawatan di berbagai rumah sakit.
Untuk proses evakuasi, sedikitnya 50 unit ambulans dikerahkan.
Iring-iringan ambulans terlihat memenuhi jalanan di sekitar SMA Negeri 2 Kudus, mengantar siswa ke sejumlah rumah sakit.
Antara lain RS Islam Sunan Kudus, RS Sarkies, RS Mardi Rahayu, dan RS Kumala Siwi.
Baca Juga: Kronologi Dugaan Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus, Gejala Muncul Sejak Malam
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turun langsung ke lokasi untuk memimpin koordinasi evakuasi dan penanganan para siswa.
Ia menyampaikan bahwa jumlah siswa yang mengalami gejala jauh lebih banyak dibandingkan yang dirawat di rumah sakit.
“Data terbaru yang masuk rumah sakit ada 112 siswa. Namun yang merasakan gejala mencapai sekitar 450 siswa,” ungkap Sam’ani.
Menurutnya, penanganan kasus keracunan massal ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Polri, TNI, relawan, Dinas Kesehatan, RSUD, hingga rumah sakit swasta.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Kudus akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG di wilayah Kudus agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga diminta menyiapkan posko kesehatan melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
Sam’ani juga memastikan seluruh biaya perawatan siswa digratiskan dan ditanggung melalui BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Usai Santap Menu MBG, Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Mengeluh Mual hingga Diare
“Kalau ada yang belum memiliki BPJS, hari ini langsung kami aktifkan,” tegasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr Mustiko Wibowo, membenarkan adanya dugaan keracunan tersebut.
Ia menyebutkan bahwa gejala yang dialami siswa cukup beragam, mulai dari mual, muntah, diare, pusing, hingga sesak napas.
“Keluhan sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak di rumah setelah mengonsumsi MBG. Dampaknya baru terasa keesokan harinya di sekolah,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus masih melakukan pendataan lanjutan dan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan MBG tersebut.
Sementara itu, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi. (dik/gal)