Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Keracunan Massal di SMAN 2 Kudus Diduga dari MBG, Bupati Sam’ani Intakoris Ambil Langkah Cepat

Ali Mustofa • Kamis, 29 Januari 2026 | 14:45 WIB

PENANGANAN: Petugas melakukan evakuasi siswa SMA 2 Kudus yang diduga keracunan MBG.
PENANGANAN: Petugas melakukan evakuasi siswa SMA 2 Kudus yang diduga keracunan MBG.

KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus bergerak cepat menindaklanjuti insiden dugaan keracunan yang menimpa puluhan siswa SMA Negeri 2 Kudus setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (29/1).

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan optimal sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh.

Didampingi jajaran Forkopimda, Sam’ani meninjau kondisi sekolah serta mengecek langsung para siswa yang dirawat di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Baca Juga: Bupati Kudus Evaluasi Seluruh SPPG, Harus Terintegrasi Dengan Puskesmas

Sejumlah pelajar terlihat terbaring lemas dan masih merasakan keluhan kesehatan akibat insiden tersebut.

Melihat situasi itu, Bupati Kudus langsung mengambil langkah cepat.

Ia menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kabupaten Kudus agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Pemkab bersama Forkopimda langsung bereaksi cepat. Evaluasi kami lakukan segera,” tegas Sam’ani.

Untuk memastikan penanganan maksimal, Pemkab Kudus menyiagakan sedikitnya 50 ambulans.

Para siswa yang mengalami gangguan kesehatan langsung dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, baik milik pemerintah daerah maupun swasta.

Selain itu, Sam’ani juga memerintahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus untuk menyiapkan posko kesehatan melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) sebagai langkah antisipasi apabila muncul kasus serupa.

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Jalani Perawatan Medis

“Kami minta Dinas Kesehatan menyiapkan posko kesehatan agar penanganan bisa lebih cepat jika terjadi lagi,” imbuhnya.

Terkait pencegahan ke depan, Pemkab Kudus akan melakukan evaluasi khusus terhadap SPPG yang berada di bawah Kodim 0722/Kudus.

Bahkan, pihaknya berencana menggelar apel evaluasi sebagai bentuk keseriusan agar insiden dugaan keracunan tidak terulang.

Soal biaya pengobatan, Sam’ani memastikan seluruh siswa yang dirawat tidak dipungut biaya. Seluruhnya ditanggung melalui skema BPJS Kesehatan.

“Kalau ada yang belum punya BPJS, hari ini langsung kami aktifkan,” jelasnya.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Keracunan MBG di SMAN 2 Kudus, Gejala Muncul Sejak Malam

Mengenai kondisi para siswa, Sam’ani menyebut sebagian besar mengalami gejala dengan tingkat sedang. Sementara siswa dengan kondisi berat jumlahnya sekitar 10 persen dari total korban.

Ke depan, ia juga meminta seluruh SPPG di Kudus menjalin koordinasi lebih intens dengan puskesmas setempat untuk memperketat pengawasan dan pengendalian mutu makanan MBG.

Puluhan pelajar SMA Negeri 2 Kudus sebelumnya harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami keluhan kesehatan berupa mual, muntah, pusing, diare, hingga sesak napas.

Dugaan sementara, gangguan kesehatan tersebut dipicu oleh menu MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya.

Insiden ini mulai terungkap sejak Kamis pagi (29/1/2026). Sejak awal kegiatan belajar mengajar, sejumlah siswa tampak mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak fit.

Beberapa bahkan mengalami pusing hebat dan muntah di lingkungan sekolah.

Situasi kian mengkhawatirkan ketika dilaporkan ada siswa yang sampai kehilangan kesadaran.

Pantauan di lokasi menunjukkan belasan ambulans keluar-masuk area sekolah untuk mengevakuasi siswa dengan gejala cukup berat.

Baca Juga: Usai Santap Menu MBG, Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Mengeluh Mual hingga Diare

Suara sirine terdengar bersahut-sahutan, sementara guru dan tenaga kesehatan berupaya menenangkan siswa lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr Mustiko Wibowo, membenarkan adanya dugaan keracunan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa tim medis dari berbagai fasilitas kesehatan telah diterjunkan guna memberikan penanganan maksimal.

Menurutnya, keluhan yang dialami siswa cukup bervariasi. Selain gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare, sebagian siswa juga mengeluhkan gangguan pernapasan berupa sesak napas.

“Gejalanya beragam. Ada yang pusing, muntah, diare, bahkan sesak napas. Keluhan itu sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak di rumah. Mereka mengonsumsi MBG sehari sebelumnya, lalu malam harinya ada yang mulai pusing dan diare,” terang dr Mustiko.

Baca Juga: Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG

Meski sudah merasakan keluhan sejak malam, sejumlah siswa tetap berangkat ke sekolah.

Namun, kondisi mereka memburuk saat kegiatan belajar berlangsung hingga akhirnya ada yang pingsan.

Pihak sekolah pun segera melakukan observasi dan berkoordinasi dengan tenaga medis.

“Diduga kuat berasal dari MBG hari sebelumnya. Efeknya baru terasa hari ini. Ada dua siswa yang sempat pingsan,” tambahnya.

Hingga siang hari, proses evakuasi masih terus dilakukan. Ambulans silih berganti membawa siswa ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan di wilayah Kudus.

Data sementara mencatat sekitar 70 siswa telah dievakuasi, meskipun jumlah tersebut masih dapat berubah.

Sejumlah siswa juga menceritakan pengalaman mereka. Galang Arkana Farizki, siswa kelas X, mengaku mulai merasakan sakit perut dan pusing sejak pagi hari.

“Sejak pagi perut saya sakit dan pusing. Kemarin pas makan masih biasa saja,” katanya.

Baca Juga: Menu MBG Dinilai Terlalu Minim, SPPG Kedungdowo 1 Kudus Lakukan Pembenahan

Sementara itu, Dewi Aryani, siswi kelas XII, mengungkapkan keluhan sakit perut muncul setelah menyantap MBG sehari sebelumnya, disusul diare pada malam hari.

“Kemarin habis makan perut sempat sakit, malamnya diare. Sekarang sudah agak mendingan, tapi masih lemas dan pusing. Menunya kemarin soto. Hari ini MBG belum datang,” ujarnya.

Keluhan serupa dialami Travelina Trianova, siswi kelas XII. Ia mengaku mengalami diare sejak malam hingga harus bolak-balik ke kamar mandi.

“Semalam sampai BAB tiga kali. Awalnya saya kira diare biasa. Ternyata pagi ini guru mendata siswa yang diare.

Menunya kemarin soto, ada cambah dan sambalnya. Ayamnya menurut saya agak bau,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus masih melakukan pendataan lanjutan serta penelusuran untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.

Sementara itu, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. (dik/gal)

Editor : Ali Mustofa
#SMAN 2 Kudus #bupati #pingsan #Mbg #sakit perut #ambulans #sekolah #diare