KUDUS - Arus lalu lintas di Jalan Panturan turut Desa Ngembal tersendat, Senin (12/1).
Kondisi tersebut dikarenakan adanya banjir yang merendam kawasan Jalan Pantura Kudus-Pati.
Dari pantauan di lapangan, arus kendaraan menuju Pati maupan Semarang tersendat. Pihak kepolisian melakukan sistem buka tutup jalur kendaraan.
Kondisi itu diakibatkan adanya genangan air yang merendam Jalan Pantura Kudus-Pati tersebut. Lalu lintas tersendat diperkirakan hingga 3 kilometer.
Sementara itu, petugas siaga di lokasi jembatan Sungai Dawe. Petugas membersihkan sampah yang menggenangi sungai tersebut.
Menurut keterangan pengguna jalan, Ahmad Aji menyatakan, dia mengalami ketersedatan arus saat menuju Pati.
Dia mengaku arus lalu lintas mulai tersendat dari arah Perempatan Jepang hingga titik banjir.
"Hampir setengah jam menuju lokasi banjir, alhamdulilah bisa melintas," katanya.
Sementara itu, warga yang menggunakan roda dua masih bisa melintas di titik banjir.
Namun ada juga kendaraan warga yang mengalami mogok. Kondosi kedalaman air di titik banjir tersebut berkisar 20-40 sentimeter.
Anggota DPRD Jateng Akhwan yang berada di lokasi banjir mengaku, bencana banjir sudah melanda sejak Jumat (9/1). Banjir tersebut hanya lewat dan surut.
Banjir kemudian datang kembali Sabtu (10/1) dan polanya hampir sama hingga sampai dengan Senin (12/1).
"Ini dikarenakan intensitas hujan yang tinggi dan luapan air dari Sungai Dawe ke jalan," katanya.
Akhwan menyebut dampak banjir ini menggenangi rumah warga yang ada di Desa Ngembal Kulon dan Ngembalrejo.
Ketinggian bervariasi mulai 20-50 sentimeter. Kondisi sekarang sudah berangsur surut.
Banjir ini dikarenakan beberapa faktor yang terjadi. Aliran air Sungai Dawe tidak lancar karena tersumbat sampah.
"Selain itu satu kilo meter dari sungai ada tambak, pintu air ketika debitnya tinggi tidak dibuka. Tambak itu untuk pengairan kw lahan warga," katanya.
Sementara itu Kasat Lantas Polres Kudus, AKP Royke Noldy Darean menyampaikan, pihaknya melakukan sistem buka tutup arus lalu lintas.
Hal ini dilakukan mengingat ada satu alat berat yang diterjunkan untuk membersihkan sampah yang menumpuk di sungai.
"Kondisi arus lalu lintas saat ini ramai lancar, kami menerapkan sistem buka tutup arus," jelasnya.
Dia menambahkan, petugas kepolisian juga diterjunkan di tiap titik genangan air serta di simpang-simpang.
Mereka mengatur arus lalu lintas serta membantu warga ketika kendaraannya mengalami mogok.
Royke mengimbau masyarakat di tengah cuaca ekstrim yang terjadi harus meningkatkan kewaspadaan.
Apabila masyarakat tidak berkentingan yang begitu mendesak diharapkan tidak keluar rumah. (gal)
Editor : Ali Mustofa