KUDUS – Taman Bojana Kabupaten Kudus, pusat kuliner legendaris di Kota Kretek, dikabarkan diminati investor untuk dikembangkan menjadi hotel.
Rencana tersebut membuka peluang perubahan wajah kawasan strategis di jantung kota sekaligus mendorong optimalisasi aset daerah.
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus melalui Kasubid Pemberdayaan dan Perubahan Status Hukum Aset Daerah, Marinda Agustina, membenarkan adanya ketertarikan investor terhadap Taman Bojana.
Menurutnya, lokasi yang sangat strategis menjadi daya tarik utama.
“Investor tersebut sama dengan yang menyewa lahan eks Ngasirah. Mereka juga tertarik untuk berinvestasi di Taman Bojana guna dibangun hotel,” ujar Marinda saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, skema investasi yang direncanakan berupa sewa lahan, serupa dengan pola yang diterapkan pada lahan eks Ngasirah dan eks SMP 3 Kudus.
Dalam mekanisme tersebut, bangunan lama di Taman Bojana akan dibongkar sebelum investor memulai pembangunan hotel.
“Jadi nanti bangunan yang ada kami robohkan. Setelah itu, investor mulai membangun hotel,” jelasnya.
Terkait nilai sewa lahan, Marinda menegaskan penentuan harga tidak dilakukan langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.
Penilaian akan dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), sehingga besarannya bisa sama atau berbeda dengan sewa lahan eks SMP 3 Kudus.
“Untuk masa sewa tentu mengikuti ketentuan yang berlaku dan secara hitungan juga cukup menarik bagi investor,” tambahnya.
Soal klasifikasi hotel, jumlah lantai, maupun konsep bangunan, Marinda mengaku belum mengetahui secara detail karena proposal resmi dari investor belum diajukan.
Meski demikian, minat investasi tersebut dinilai sudah cukup serius.
“Bukti ketertarikan itu, lahan parkir Taman Bojana pada 2026 tidak dilelang penuh satu tahun, tetapi hanya enam bulan. Tujuannya agar saat investor masuk, lahan parkir sudah bebas dari pengelolaan pihak ketiga,” terangnya.
Marinda menilai masuknya investor menjadi angin segar bagi Kudus, terlebih kondisi bangunan Taman Bojana saat ini sudah tergolong tua dan memerlukan perhatian serius.
“Bangunan di Taman Bojana sudah sangat lama, banyak yang rapuh dan bocor sehingga cukup mengkhawatirkan. Ketika ada investor yang masuk tentu sangat baik, sepanjang prosesnya sesuai aturan,” katanya. (dik)
Editor : Ali Mustofa