KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengajak para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Kudus untuk terus menjaga kekompakan, kebersihan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam acara Tasyakuran Hari Jadi ke-13 Paguyuban PKL Kabupaten Kudus yang digelar di kediaman Bupati Kudus di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Senin (5/1) malam.
Didampingi Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton, Sam’ani menyampaikan apresiasi atas kontribusi PKL yang selama ini menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di Kudus.
Menurutnya, keberadaan PKL tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menopang denyut perekonomian masyarakat di berbagai sektor.
“PKL memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Pemkab Kudus berkomitmen terus mendukung melalui kebijakan, bantuan permodalan, hingga pelatihan agar usaha PKL semakin berdaya,” ujar Sam’ani dalam sambutannya.
Ia berharap PKL Kudus terus berkembang dengan semangat kebersamaan dan menjalankan usaha secara ikhlas.
Sam’ani juga mendorong penguatan kelembagaan PKL melalui pembentukan Koperasi Merah Putih PKL atau bergabung dengan koperasi yang sudah ada, sebagai upaya meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.
Selain penguatan ekonomi, Bupati menekankan pentingnya ketaatan terhadap aturan, menjaga kebersihan, serta kerapian kota.
Menjelang momentum tradisi Dandangan, Sam’ani mengingatkan PKL untuk memanfaatkan peluang usaha secara bijak tanpa mengorbankan kualitas dan kewajaran harga.
“Mari jaga keindahan kota, kebersihan, dan kualitas makanan. Saat Dandangan jangan nengkik harga, berikan kesan PKL Kudus ramah dan profesional,” pesannya.
Sam’ani juga menyoroti pentingnya penerapan standar higienitas makanan.
PKL diminta menggunakan sarung tangan, celemek, serta masker saat sakit, dan membiasakan mencuci peralatan serta bahan makanan dengan air mengalir agar konsumen merasa aman dan nyaman.
“Kalau higienitas terjaga, kepercayaan masyarakat akan meningkat,” tegasnya.
Melalui momentum HUT ke-13 Paguyuban PKL Kudus ini, Pemkab Kudus berharap sinergi dengan para PKL semakin solid dalam mewujudkan sektor informal yang tertata, higienis, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Kudus Bellinda Birton menilai sektor PKL memiliki potensi besar karena didominasi generasi muda.
Ia menyebut sekitar 80 persen pelaku PKL saat ini merupakan anak muda, sehingga Pemkab Kudus ke depan akan menyiapkan berbagai pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan kapasitas dan minat berusaha.
“Ke depan kami akan menggelar pelatihan-pelatihan agar anak muda semakin berminat berwirausaha dan usaha PKL semakin berkembang,” kata Bellinda.
Ketua Paguyuban PKL Kabupaten Kudus, Mundloha, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan HUT ke-13 yang berlangsung penuh kebersamaan.
Ia menegaskan, semangat guyub rukun menjadi kekuatan utama PKL Kudus untuk bertahan dan berkembang.
“Guyub rukun inilah kekuatan kita. Terima kasih atas dukungan dan pembinaan dari Pemkab Kudus yang benar-benar dirasakan langsung oleh para PKL,” ungkapnya. (dik)
Editor : Ali Mustofa