Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Upaya Pengendalian Harga Bahan Pokok Jelang Nataru, Gerakan Pangan Murah Hadir di Wilayah Desa Kudus

Galih Erlambang Wiradinata • Kamis, 18 Desember 2025 | 21:55 WIB

DIBORONG: Warga membeli kebutuhan sembako saat Gerakan Pangan Murah di Desa Tenggeles.
DIBORONG: Warga membeli kebutuhan sembako saat Gerakan Pangan Murah di Desa Tenggeles.
 

KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan menggelar pasar murah yang menyasar di desa-desa.

Pasar murah ini bagian dari upaya pengendalian harga bahan sembako yang naik menjelang Natal dan tahun baru 2026 (Nataru).

Gerakan pangan murah atau pasar murah ini dilangsungkan di Balai Desa Tenggeles, Kamis (18/12).

Pada agenda tersebut, kebutuhan pokok di jual di sana. Mulai dari beras, gula, telur, hingga minyak goreng.

Masyarakat menyerbu Pasar murah tersebut untuk mendapatkan sembako murah.

Warga Desa Tenggeles setempat mebeli kebutuhan pokok, mulai telur, beras SPHP, minyak goreng, dan gula pasir.

Salah satu warga Desa Tenggeles, Siti Kholifah sengaja datang lebih awal ke Balai Desa Tenggeles untuk mendapatkan sembako murah.

Dia tidak ingin melewatkan momen dan kehabisan sembako murah.

Saat pasar murah tersebut, dia membeli gula sebanyak 7 Kg. Menurut Siti harga gula di sana cukup terjangkau dan lebih murah dari harga pasaran.

”Untuk gula di sini Pasar Murah cukup terjangkau, yakni Rp 15.500. Sedangkan di pasaran bisa mencapai Rp 18 ribu per kilogramnya,” katanya.

Selisih harga tersebut, membuat Siti merasa terbantu. Selain itu, adanya selisih harga tersebut bisa memangkas pengeluaran.

Hal senada juga dirasakan oleh Indah saat berbelanja di Pasar murah tersebut. Dia membeli beras dan telur ayam saat di Balai Desa Tenggeles.

”Alhamdulilah tidak begitu ramai, dan dapat lebih mudah. Semoga ke depan bisa rutin diselenggarakan,” katanya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dispertan Kudus, Ari Mulyani Mustikaningtyas menyampaikan, Gerakan Pangan Murah ini rutin dilakukan di desa-desa dan di Kantor Dispertan Kudus.

Menurutnya, Gerakan Pangan Murah adalah wujud upaya menekan harga sembako di pasaran. Serta bagian dari pengendalian inflasi.

”Kami melihat ketika menjelang Nataru harga kebutuhan pokok ini akan meningkat, oleh karena itu kami menggelar pasar murah,” ungkapnya.

Dia mencontohkan, harga beras SPHP di pasaran per lima kilogramnya mencapi Rp 67.500- 70 ribu. Sementara di momen Gerakan Pangan Murah beras dijual dengan harga Rp 58 ribu per lima kilogram.

Tidak hanya beras, bahan pokok seperti telur di pasaran dijual Rp 30 ribu per kilogram. Sementara di sana dijual Rp 27 ribu per Kg.

”Minyak goreng di pasaran harganya Rp 18 ribu per liter dan di GPM bisa Rp 15 ribu per liter. Kami meminta masyarakat untuk memanfaatkan momen ini,” katanya. (gal)

Editor : Ali Mustofa
#beras #pangan #gerakan pangan murah #Kudus