KUDUS - SMP Kanisius Kudus memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) Selasa (9/12) di aula sekolah.
Pada peringatan tersebut siswa mengekspresikan diri untuk menolak praktik korupsi melalui pentas kesenian.
Para siswa sejak Selasa pagi berkumpul di lapangan indoor SMP Kanisius.
Mereka mementaskan beberapa pertunjukkan kesenian untuk memperingati Hakordia. Salah satunya, pentas puisi, drama, hingga senam anti korupsi.
Ratusan siswa juga mendeklarasikan diri untuk menolak praktik korupsi. Mereka menandatangani deklarasi tersebut.
Salah satu siswa SMP Kanisius, Maria Gracia menyatakan, memperingati Hakordia di sekolah ini siswa begitu antusias.
Pasalnya kegiatan Hakordia ini tidak semua sekolah memperingatinya.
Rangkaian kegiatan ini, siswa mementaskan kesenian seperti, pentas puisi, drama, dan lainnya.
Untuk kelas Gracia, tampil membawakan pentas drama mengangkat tema penolakan korupsi sejak dini.
”Dalam drama ini ada aktor yang memerankan sebagai aktor mendukung korupsi, dan ada yang menolak dengan korupsi,” katanya.
Menurut, Maria peringatan Hakordia di sekolah ini sangatlah penting bagi rekan-rekannya.
Penolakan terhadap korupsi harus ditanamkan sejak usia dini. Harapannya ke depan praktik-praktik korupsi bisa ditekan.
”Bagi negara harapannya bisa mengurangi korupsi, karega ga bagus. Ini bisa merugikan negara dan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, guru SMP Kanisius, Patricia Sihsanjaya menyatakan, peringatan Hakordia ini dilakukan setiap tahun di sekolah.
Hal ini untuk mengingat perjuangan alumni SMP Kanisius terdahulu yang menanamkan nilai-nilai kejujuran.
Penerapan pendidikan anti korupsi di sekolah telah dibentuk oleh para guru kepada siswa. Para siswa dilatih untuk tidak mencontek, korupsi waktu, dan lainnya.
”Kami menerapkan sistem kantin kejujuran di sekolah sebagai pembelajaran, dan ini memberikan manfaat bagi para siswa,” katanya.
Patricia menekankan kepada para siswa untuk berperilaku jujur dalam segala hal. Sikap tersebut adalah bagian membentuk fundamental dan karakter siswa.
Dengan harapan ketika dewasa nanti, terhindar dari praktik korupsi yang merugikan negara.
Editor : Ali Mustofa