KUDUS - Tumpukan biji buah mangga tertata rapi di atas rak sepanjang sekitar empat meter-an di Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) Djarum Oasis, Kudus, Jawa Tengah.
Pekerja nampak sibuk memilah biji mangga yang telah dikeringkan tersebut.
Tangan pekerja di PPT Djarum Oasis dengan cekatan memotong biji mangga yang telah dikeringkan tersebut.
Benih biji mangga tersebut dipilah untuk proses pembibitan di atas lahan seluas empah hektar tersebut.
Bibit-bibit buah mangga tersebut dirawat dengan prosedur yang begitu panjang. Bibit disemai, disiram, dan diberikan pupuk kompos.
Setelah bibit buah mangga tersebut tumbuh, akan didistribusikan kepada masyarakat serta program penghijauan dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).
Salah satu program penghijauan yang telah dilakukan oleh BLDF adalah di kawasan Pegunungan Patiayam, Kecamatan Jekulo, Kudus.
Bibit mangga berkualitas dari PPT tersebut didistribusikan kepada petani dan menjadi pendulang ekonomi masyarakat Desa Gondoharum.
Petani di Desa Gondoharum yang sebelumnya menggantungkan penghasilan dari tanaman semusim seperti jagung, sekarang kini beralih ke tanaman mangga.
Mereka telah menikmati manisnya bibit mangga berkualitas itu untuk ekonomi mereka.
Ketua Kelompok Tani Wonorejo di Desa Gondoharum, Mashuri menyatakan, dulu kondisi pegunungan Patiayam begitu gundul.
Tanaman keras yang tertanam di sana begitu minim. Petani setempat lebih memilih menanam jagung, lantaran hasil panennya begitu menggiurkan.
Di sisi lain, kondisi pegunungan Patiayam yang gundul tersebut berakibat pada kerusakan lingkungan.
Ketika hujan turun, kata Mashuri banjir melanda di wilayah hilir. Selain itu, kondisi cuaca di sana begitu panas saat musim kemarau.
”Kami saat musim kemarau mengalami kesulitan air. Ketika hujan banjir, banyak tanah pegunungan terbawa air dan membuat sedimentasi di sungai,” katanya.
Pada tahun 2020 BLDF melalui program One Action One Tree (OAOT) mengedukasi masyarakat Desa Gondoharum lewat jenis tanaman Multipurpose Trees Species (MPTS).
Pohon MTPS ini adalah tanaman berkayu yang memiliki sejuta manfaat, salah satunya dari aspek ekologi dan ekonomi. Tanaman ini berupa, sawo, petai, alpukat, mangga, dan jeruk pamelo.
Mashuri menyatakan, pada tahun 2020 tanaman keras yang di tanam di atas Pegunungan Patiayam adalah 57 hektar.
Jenis tanamannya merupakan mangga. Proses konservasi ini sudah dijadwalkan selama lima tahun.
Total bibit pohon hingga 2025 yang sudah tertanam sebanyak 250 hektar.
”Proses ini tidak langsung ditanam semua. Kami melakukan sistem tumpangsari, itu dirasa efektif,” katanya.
Mashuri menyatakan, petani di desa telah merasakan manisnya ekonomi dari buah mangga.
Pada tahun 2024 silam hasil panen buah mangga mencapai 30 ton. Sedangkan di tahun ini buah mangga yang dipanen sebanyak 45 ton.
Hasil manisnya buah mangga ini, kata Mashuri tidak lepas dari upaya BLDF mendistribusikan bibit yang berkualitas kepada petani dan masyarakat.
Dari analasi petani, bibit berkualitas tersebut mulai dirasakan empat hingga lima tahun ke depan.
”Bibit dari Djarum ini begitu berkualitas, speknya bagus. Diperkirakan lima tahun siap berbuah,” katanya.
Selain bibit berkualitas, sistem perawatan tanaman dilakukan rutin. Petani memberikan pupuk kompos dari hasil olahan Pusat Pengolahan Organik (PPO) Djarum Oasis.
Lima tahun ke depan, Mashuri berharap Desa Gondoharum bisa menjadi sentra mangga di Jawa Tengah.
Hasil panen mangga di desanya bisa memenuhi kebutuhan pasar secara luas.
Bibit Berkualitas
Program Officer BLDF, Dhandy Mahendra menyatakan, Djarum Foundation memiliki program pengembangan budidaya jenis tanaman MPTS. Proses pembibitan ini bermula dari pengumpulan biji buah.
”Biji ini dikumpulkan dari pasar, tempat buah-buah, dan kami menjalin kerja sama dengan rekan-rekan,” Kudus.
Buah mangga tersebut disortir dengan prosedur yang telah ditetapkan. Setelah dibersihkan dan dipisahkan dari daging buah, biji-biji tersebut lalu dikumpulkan. Biji tersebut kemudian disemai dan dirawat.
Bibit yang tumbuh dengan ketinggian kurang lebih 15 sentimeter kemudian dilanjutkan ke proses vegetatif.
Proses vegetatif ini sangat krusial, lantaran membutuhkan batang bawah yang kokoh serta pohon indukan yang jelas terbukti buahnya.
”Tahun kemarin menyiapkan bibit 71 ribu (beranekaragam bibit) tahun kemarin, yang tahun sekarang di antara 100 ribu-an,” katanya.
Bibit bibit berkualitas ini nantinya akan diperuntukkan kepada masyarakat. Serta program penghijauan dan rehabilitasi di Gunung Muria dan Pegunungan Patiayam.
Djarum Foundation lewat program Djarum Trees For Life telah melakukan penanaman sejak 1979.
Penghijauan ini diawali di Kabupaten Kudus. Sejauh ini beberapa ragam pohon yang ditanam di Gunung Muria dan Pegunungan Patiayam kurang lebih 103.400.
Pohon trembesi yang telah ditanam di jalur Jawa, Madura, Lombok, hingga Sumatera kurang lebih 3.361 KM.
BLDF juga merawat ekologi pinggir pantai lewat penanaman pohon mangrove. Kurang lebih sebanyak 1.102.468 pohon ditanam di Pantai Utara Jawa Tengah.
Total pohon yang ditanam di seluruh wilayah Indonesia kurang lebih 2.300.000 pohon. (gal)
Editor : Ali Mustofa