Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pemindahan Pedagang Bitingan Kudus ke Pasar Saerah Dibahas, Tarif Sewa Jadi Sorotan

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 28 November 2025 | 17:02 WIB

 

PERTEMUAN: Pedagang sayur pagi Pasar Bitingan menghadiri sosialisasi bersama Dinas Perdagangan Kudus di Pasar Saerah, Kecamatan , Jati, Kudus, kemarin.
PERTEMUAN: Pedagang sayur pagi Pasar Bitingan menghadiri sosialisasi bersama Dinas Perdagangan Kudus di Pasar Saerah, Kecamatan , Jati, Kudus, kemarin.

KUDUS – Pedagang sayur pagi Pasar Bitingan Kudus mengikuti pertemuan dengan Dinas Perdagangan, terkait rencana pemindahan ke Pasar Saerah kemarin.

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk menata ulang kawasan pasar seiring dengan agenda pembangunan fasilitas kesehatan baru di wilayah tersebut.

Sosialisasi yang berlangsung di kompleks Pasar Saerah itu, dihadiri puluhan pedagang sayur dari Pasar Bitingan.

Hadir perwakilan manajemen Pasar Saerah yang turut berdiskusi mengenai berbagai opsi dan kesiapan pasar dalam menampung para pedagang yang akan direlokasi.

Dalam forum tersebut, pedagang menyampaikan berbagai masukan terkait masa depan usaha mereka setelah pemindahan.

Mereka mengusulkan, agar proses pemindahan dilakukan secara serentak untuk menghindari kesenjangan jumlah pembeli antara Pasar Bitingan dan Pasar Saerah.

Pedagang sayur khawatir jika pemindahan dilakukan bertahap, pedagang yang terlebih dahulu dipindah akan kesulitan mendapatkan pelanggan.

Selain itu, para pedagang juga menyoroti besaran biaya sewa kios dan los yang dinilai memberatkan.

Saat ini, tarif sewa yang ditetapkan Rp 50 ribu per hari untuk kios berukuran 3×3 meter dan Rp 18 ribu per hari untuk los berukuran 2×2 meter.

Para pedagang meminta, agar tarif tersebut, diturunkan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdag Kudus Djati Solechah menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan menyatukan persepsi dan memastikan para pedagang untuk memahami rencana yang sedang disiapkan pemerintah.

Ia menyebut, pemindahan awalnya dirancang secara bertahap.

Dimulai dari pedagang yang berjualan di area halaman dan emperan pasar. Kemudian disusul pedagang yang menempati los dan kios.

Namun, menanggapi permintaan pedagang yang menghendaki pemindahan dilakukan secara serempak, termasuk pedagang tahu, ikan, dan komoditas lain, Djati menyatakan, kesiapan pihaknya untuk menyesuaikan rencana.

Ia menegaskan, Pasar Saerah memiliki kapasitas memadai, yakni mampu menampung hingga 545 pedagang.

Sedangkan jumlah pedagang sayur yang terdata baru sekitar 397 orang.

”Kalau mau minta serempak dipindah, Pasar Saerah sudah menyanggupi,” tuturnya.

Terkait biaya sewa, para pedagang disebut mengusulkan penurunan hingga 50 persen atau menjadi Rp 25 ribu untuk kios dan Rp 9 ribu untuk los.

Untuk biaya sewa nanti, akan diteruskan ke pimpinan Pasar Saerah. Kemungkinan saja nanti bisa berubah.

Sementara itu, Perwakilan Manajemen Pasar Saerah Muhammad Faiz menambahkan, tarif yang ada sudah mencakup biaya kebersihan, keamanan, penerangan, hingga operasional pasar yang dibuka selama 24 jam.

”Kalau minta separo (biaya sewa) nanti kami komunikasikan ke pimpinan. Sebab, semua harus ada konfirmasi. Rencana 24 jam itu kan operasionalnya besar dan para pedagang belum memahami itu,” terangnya.

Untuk diketahui, pemindahan pedagang dari Pasar Bitingan ke Pasar Saerah merupakan bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2025.

Khususnya terkait proyek pembangunan rumah sakit baru dan pengembangan RSUD dr. Loekmono Hadi.

Relokasi ditargetkan rampung pada Desember nanti, agar penataan area eks Matahari yang akan menjadi lokasi rumah sakit enam lantai dapat dilakukan secara optimal dan terstruktur. (san)

Editor : Ali Mustofa
#Pedagang sayur #dinas perdagangan #pelanggan #pasar bitingan