Kudus, Jamkesnews – Transformasi digital yang dijalankan BPJS Kesehatan terus menunjukkan dampak positif bagi peningkatan mutu layanan kepada peserta.
Untuk memastikan implementasi digitalisasi berjalan optimal di fasilitas kesehatan, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, melakukan customer visit ke RSI Sunan Kudus pada Jumat (21/11/2025).
Kunjungan ini bertujuan melihat langsung pengalaman peserta dalam memanfaatkan layanan digital seperti antrean online melalui Mobile JKN, proses check-in digital, pemanfaatan i-Care JKN oleh dokter, hingga alur pelayanan di poli rawat jalan.
Setibanya di lokasi, Edwin menyapa peserta yang sedang menunggu layanan dan mengecek apakah mereka telah memanfaatkan antrean online Mobile JKN.
Ia menegaskan bahwa transformasi digital bukan hanya inovasi teknologi, namun upaya nyata menghadirkan layanan yang cepat, mudah, dan setara bagi seluruh peserta JKN.
“Digitalisasi layanan ini tujuannya sederhana, agar peserta tidak lagi membuang waktu antre di fasilitas kesehatan. Peserta bisa mendaftar dari rumah, datang sesuai jadwal, dan mendapatkan layanan lebih cepat. Ketika mutu layanan meningkat, kepuasan peserta akan ikut meningkat,” ujar Edwin.
Direktur RSI Sunan Kudus, Ahmad Syaifuddin, menjelaskan bahwa transformasi digital telah menjadi komitmen utama rumah sakit dalam mendukung Program JKN. Salah satu inovasi yang kini dirasakan langsung manfaatnya adalah proses check-in digital bagi peserta yang mendaftar online melalui Mobile JKN.
“Peserta yang sudah mengambil antrean online cukup melakukan check-in di mesin yang tersedia. Secara otomatis akan keluar kertas berisi barcode, nomor antrean, serta poli tujuan sesuai dengan data di Mobile JKN. Ini membuat alur pelayanan lebih rapi, cepat, dan minim hambatan,” terang Syaifuddin.
Setelah proses check-in, pasien dapat langsung menuju poli masing-masing tanpa perlu antre ulang di loket. Sistem ini mengurangi waktu tunggu dan kepadatan di area pendaftaran.
Edwin kemudian melanjutkan kunjungan ke beberapa poli rawat jalan, termasuk Poli Kandungan dan Poli Jantung, untuk memastikan pemanfaatan i-Care JKN dan alur pelayanan berjalan efektif.
Di Poli Jantung, Edwin berdialog dengan peserta JKN, Budiono (54), yang telah rutin berobat menggunakan antrean online Mobile JKN. Budiono mengaku merasakan perbedaan signifikan sejak memanfaatkan antrean online.
“Dulu kalau antre manual bisa menunggu sampai berjam-jam. Sekarang dengan Mobile JKN jadi lebih cepat. Bisa daftar dari rumah, tinggal datangnya disesuaikan saja saat nomor antrean saya sudah dekat. Pelayanan jadi lebih maksimal,” ungkapnya.
Menurutnya, digitalisasi layanan tidak hanya mempersingkat waktu tunggu tetapi juga memberikan kepastian proses pelayanan yang lebih teratur.
Edwin menegaskan bahwa optimalnya transformasi digital di fasilitas kesehatan akan mendorong optimalnya transformasi mutu layanan, yang pada akhirnya melahirkan tingkat kepuasan peserta yang lebih tinggi.
“Kalau antrean bisa diambil dari rumah, check-in otomatis, riwayat medis bisa diakses dokter lewat i-Care JKN, dan obat bisa diproses lewat bridging farmasi, maka seluruh alur layanan menjadi jauh lebih efisien. Inilah tujuan utama transformasi digital, layanan yang mudah, cepat, dan setara bagi peserta,” tegasnya.
Edwin berharap RSI Sunan Kudus terus mempertahankan dan memperluas pemanfaatan layanan digital demi mewujudkan mutu pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya.(*)
Editor : Mahendra Aditya