Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Perlu Ngayuh Lagi! Becak Listrik dari Presiden Prabowo Bikin Tukang Becak Kudus Full Senyum

Andika Trisna Saputra • Kamis, 13 November 2025 | 00:59 WIB
SENANG: Bupati Kudus mencoba menaiki Becak Listrik Prabowo dengan penerima sebagai penumpang di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (12/11). (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)
SENANG: Bupati Kudus mencoba menaiki Becak Listrik Prabowo dengan penerima sebagai penumpang di Pendopo Kabupaten Kudus, Rabu (12/11). (GALIH ERLAMBANG W/RADAR KUDUS)

KUDUS – Sebanyak 80 unit becak listrik resmi diserahkan kepada para pengemudi becak di Pendopo Kabupaten Kudus.

Bantuan ini merupakan inisiatif pribadi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil, terutama kalangan lanjut usia yang selama ini menggantungkan hidup dari menarik becak.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Presiden Prabowo terhadap masyarakat kecil di daerahnya.

Ia menilai, kehadiran becak listrik mampu mengurangi beban fisik para pengemudi sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Yayasan GSN atas bantuan 80 becak listrik untuk masyarakat Kudus yang tidak mampu, khususnya yang berusia di atas 60 tahun,” ujarnya.

Sam’ani menambahkan, Pemkab Kudus berencana memperluas manfaat bantuan tersebut.

Selain becak penumpang, pihaknya juga mengajukan becak sampah bagi masyarakat berusia 50 tahun ke atas agar program serupa dapat menjangkau lebih banyak penerima.

Pemerintah daerah juga akan memfasilitasi perawatan dan perbaikan becak listrik melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bila terjadi kerusakan.

Sebagai inovasi lanjutan, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di Kudus akan diminta menyediakan stasiun pengisian daya untuk mendukung operasional becak listrik tersebut.

Tak hanya itu, Pemkab Kudus tengah menjajaki kerja sama dengan aplikasi “Sendu”, sebuah platform digital mirip Gojek atau Grab, agar masyarakat dapat memesan jasa becak listrik secara daring.

“Listriknya gratis, yang bayar negara. Jadi pengemudi becak tidak perlu khawatir soal biaya pengisian,” tegas Sam’ani.

Dari sisi nasional, Deputi Bidang Percepatan Fasilitasi dan Perlindungan Kesejahteraan BP Taskin, Dr. Zaidirina, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya percepatan pengentasan kemiskinan yang menjadi target utama pemerintahan Presiden Prabowo.

“Bapak Presiden menargetkan kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 dan kemiskinan relatif 4,5–5 persen pada 2029. Karena itu, program seperti becak listrik ini diharapkan tepat sasaran dan berdampak langsung,” terang Zaidirina.

Ia menyebut hingga 2025 telah disalurkan lebih dari 2.000 unit becak listrik di berbagai daerah, dengan target mencapai 10.000 unit pada tahun tersebut.

Bantuan difokuskan pada wilayah yang masih banyak memiliki pengemudi becak tradisional, seperti Kudus, Pati, Jepara, Kendal, dan Demak.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama Kelembagaan Yayasan GSN, Nuryana, menegaskan bahwa seluruh pembiayaan program berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo.

Ide pemberian becak listrik ini, katanya, muncul dari keprihatinan Presiden saat melihat pengemudi becak lansia di Yogyakarta yang tampak kesulitan mengayuh.

“Bantuan ini lahir dari empati beliau jauh sebelum menjabat Presiden. Hingga kini sudah tersalurkan sekitar 2.180 unit, dan pada 2026 ditargetkan 30.000 unit becak listrik tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Selain program becak listrik, Yayasan GSN juga bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan, seperti bantuan seragam sekolah, beasiswa, operasi katarak, bibir sumbing, hingga kursi roda adaptif bagi anak disabilitas.

Usai mencoba langsung becak listrik, Bupati Sam’ani mengaku terkesan dengan performanya.

“Sangat enteng dan cepat. Tapi kami imbau pengemudi untuk hati-hati di awal penggunaan agar terbiasa dulu,” ucapnya. 

Ia juga memastikan akan berkoordinasi dengan Polres Kudus untuk pengaturan lalu lintas becak listrik di wilayah setempat.

"Dengan dukungan berbagai pihak, Kudus menjadi salah satu daerah paling siap mengimplementasikan inovasi kendaraan ramah lingkungan ini. Program becak listrik bukan hanya simbol perhatian Presiden pada masyarakat kecil, tetapi juga langkah konkret mendorong ekonomi hijau dan inklusif di tingkat daerah," katanya.

Salah satu penerima bantuan, Suwandi (71), mengaku sangat bersyukur mendapatkan becak listrik tersebut.

“Saya biasanya mangkal di eks Stasiun Wergu dan Pasar Baru. Becak lama sementara saya diamkan dulu. Alhamdulillah, saya senang sekali dapat bantuan becak listrik ini dan berterima kasih kepada Bapak Prabowo,” tuturnya.

Pria yang sudah menjadi tukang becak sejak 1969 itu bercerita, pendapatannya kian menurun seiring berkurangnya penumpang becak kayuh.

“Sekarang banyak orang sudah punya kendaraan sendiri. Semoga dengan becak listrik ini penumpang bisa lebih ramai lagi,” harapnya. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#becak listrik #bantuan becak motor #tukang becak #prabowo subianto #bupati kudus