Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Berawal Dari Hobi Bermain Game, Mahasiswa Asal Kudus Harumkan Nama Indonesia di Singapura

Galih Erlambang Wiradinata • Minggu, 9 November 2025 | 14:05 WIB

MEMBANGGAKAN: Bausa Seta Pandega (ketiga kiri) berhasil menjadi runner up pada ajang turnamen Mobile Legend tingkat Asia Tenggara di Singapura
MEMBANGGAKAN: Bausa Seta Pandega (ketiga kiri) berhasil menjadi runner up pada ajang turnamen Mobile Legend tingkat Asia Tenggara di Singapura

KUDUS- Sosok mahasiswa asal Kabupaten Kudus Bausa Seta Pandega berhasil mengharumkan nama kampusnya Universitas Gadjah Mada (UGM) di dunia internasional. Bausa bersama rekan-rekannya memperoleh predikat runner-up pada ajang bergengsi Campus Legends di Singapura.

Campus Legends merupakan ajang perlombaan yang diselenggarakan oleh Singapore Cybersports & Online Gaming Association (SCOGA) and Esports Academy sejak tahun 2019 yang bertujuan tidak hanya sekedar turnamen esports (olahraga elektronik). Turnamen tersebut adalah ajang eSports tingkat universitas se-Asia Tenggara.

Bausa sapaan akrabnya yang tergabung Tim eSports Mobile Legends UGM merupakan salah satu wakil dari Indonesia pada ajang tersebut. Dia bersama rekan satu timnya, mampu menembus babak menembus babak final dan berjumpa dengan Filipina.

Putra dari Danramil 03/Undaan, Kudus Kapten Cba Adi Agung Prakoso dan Fauzul Muna ini, mengaku sudah lama tertarik pada dunia gaming. Hobinya setiap hari adalah bermain game online Mobile Legends.

Tidak disangka, dari hanya sekedar bermain game tersebut Bausa kini bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional.

Dia menceritakan, ketertarikan bermain Mobile Legend sejak duduk di bangku sekolah. Hobinya ini kemudian berlanjut ke bangku kuliah. Saat di Jogja ia kian produktif bermain game tersebut.

Hobinya bermain game ini sempat tidak didukung oleh orang tuanya. Bausa diminta untuk fokus belajar saat kuliah di Jogja.

”Di Jogja sering ada turnamen ML, saya sering ikut. Ini sebagai awal pintu masuk ke dunia game berskala internasional,” katanya.

Turnamen di Singapura tersebut merupakan ajang kompetisi skala internasional yang diikutinya. Tidak disangka dia bersama rekan-rekannya mampu bertahan hingga babak final.

”Kami sering latihan pas malam. Jadi tidak mengganggu waktu kuliah dan masih bisa belajar,” ungkap sang Kapten tim Bausa.

Mahasiswa jurusan Teknik Geodesi tersebut mengaku perjalanan tim menuju panggung internasional ini diawali dari proses seleksi internal yang ketat di lingkungan UGM.

Dari hasil seleksi tersebut, UGM DIGDAYA terpilih sebagai kontingen resmi untuk mewakili UGM sekaligus Indonesia dalam turnamen eSports tingkat universitas se-Asia Tenggara tersebut.

Dalam pelaksanaannya, kata Bausa, tim UGM menunjukkan performa yang gemilang. Tim berhasil melaju mulus di babak penyisihan dan mengalahkan tim-tim kuat perwakilan dari berbagai negara, termasuk tim dari Thailand, Malaysia, dan Kamboja.

Puncak perjuangan tim UGM terjadi di babak grand final, di mana mereka berhadapan dengan tim tangguh perwakilan dari Filipina.

”Di final kami belum beruntung dan harus mengakui keunggulan lawan. Skor cukup tipis 1-2,” katanya.

Meskipun belum berhasil membawa pulang piala juara pertama, pencapaian ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan.

Di samping itu, dia menunjukkan kepada orang tuanya dan masyarakat, lewat bermain game mampu mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. (gal)

Editor : Mahendra Aditya
#game #mobile legend #esports #UGM #Kudus