Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ketua DPRD Kudus Ajak Warga Siaga Hadapi Musim Hujan

Andika Trisna Saputra • Sabtu, 8 November 2025 | 00:03 WIB
TINJAU: Ketua DPRD meninjau kesiapan personel dan peralatan kebencanaan usai Apel Kesiapsiagaan Bencana di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)
TINJAU: Ketua DPRD meninjau kesiapan personel dan peralatan kebencanaan usai Apel Kesiapsiagaan Bencana di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, belum lama ini. (ANDIKA TRISNA SAPUTRA/RADAR KUDUS)

KUDUS – Ketua DPRD Kudus, Masan, mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian lingkungan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan 2025.

Ajakan itu disampaikan menyusul tingginya potensi bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus.

Masan menegaskan, kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi aktif warga.

Kesadaran menjaga lingkungan, katanya, menjadi kunci penting dalam menekan risiko bencana.

“Belajar dari kejadian sebelumnya, kita bisa antisipasi lebih baik. Misalnya untuk banjir, kita lihat apa yang perlu dikerjakan dan bagaimana alokasi anggarannya. Tapi kalau gempa bumi sulit diprediksi, karena itu penting menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.

Sepanjang Januari hingga September 2025, tercatat lebih dari 100 kejadian bencana di Kudus.

Peningkatan frekuensi itu, lanjut Masan, erat kaitannya dengan kerusakan lingkungan yang terjadi di sejumlah titik.

Ia menegaskan warga tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dalam upaya pencegahan.

“Kerusakan alam menjadi salah satu faktor meningkatnya risiko bencana. Masyarakat harus ikut menjaga lingkungan, termasuk bersih-bersih saluran air, gotong royong, dan tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Ia mencontohkan banjir di wilayah Mejobo yang sering dipicu penumpukan sampah di saluran air, menahan aliran hingga menekan tanggul dan berujung jebol.

DPRD Kudus, menurut Masan, telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait penguatan sarana dan prasarana penanggulangan bencana.

Jika ditemukan kekurangan peralatan, pihaknya siap mendukung melalui kebijakan anggaran.

“Kalau sarana-prasarana masih kurang, kita ambil langkah. Bisa dialokasikan lewat dana tak terduga atau dukungan BPBD,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya deteksi dini dan kolaborasi lintas sektor, mulai dari dinas terkait, TNI, Polri, hingga relawan.

Koordinasi yang solid diyakini dapat mempercepat respons penanganan bencana.

“Kuncinya deteksi dini. Kalau kewenangan kabupaten kita selesaikan, kalau provinsi atau pusat, kita komunikasikan sesuai kemampuan keuangan daerah,” imbuhnya.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, memastikan bahwa upaya penanggulangan bencana telah dilakukan secara terpadu bersama seluruh unsur Forkopimda dan relawan.

Ia menyebut peralatan dan personel telah disiapkan menyambut musim hujan.

“Untuk penanggulangan bencana, kita lakukan bersama-sama. Kita juga terus berdoa agar Kudus dijauhkan dari bencana,” ujarnya.

Pemetaan wilayah rawan juga telah dilakukan, mencakup Kecamatan Undaan, Kaliwungu, Jati, serta daerah atas seperti Dawe dan Gebog yang rentan longsor.

Kepala BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyebut 600 personel disiagakan, termasuk 315 relawan yang beroperasi 24 jam melalui call center 112.

Dari 132 desa dan kelurahan di Kudus, sebanyak 81 telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana.

Kawasan rawan seperti Undaan, Jekulo, dan Mejobo menjadi prioritas utama dalam program mitigasi.

“Pencegahan tidak bisa hanya dilakukan saat bencana datang, tapi harus dimulai dari kebersihan lingkungan dan kesadaran masyarakat,” kata Eko. (dik)

Editor : Mahendra Aditya
#siaga bencana #DPRD Kudus #musim hujan #jaga lingkungan #BPBD