KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan kesiapan untuk menanggulangi bencana di Kota Kretek.
Alat-alat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus tidak mengalami kendala dan telah disiapkan dengan matang.
Kesiapan ini ditunjukkan saat Apel Kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Alun-alun Simpang Tujuh pada Selasa (4/11).
Forkopimda Kudus mengecek segala kesiapan peralatan kebencanaan dari BPBD Kudus hingga stakeholder terkait.
Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris menyampaikan, apel tersebut adalah bentuk kesiapan dari pemerintah daerah menghadapi kebencanaan yang terjadi di Kabupaten Kudus.
Sam'ani menambahkan, alat-alat yang dimiliki dari BPBD Kudus dipastikan telah siap untuk difungsikan saat terjadi bencana nanti. Semua peralatan dalam keadaan baik fungsinya.
"Dari alat kami siapkan di dinas lain (Ekskavator) itu bisa digunakan semuanya," katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko menyampaikan, seluruh peralatan tidak ada kendala untuk digunakan saat terjadi bencana nantinya.
Selain alat seluruh personil BPBD Kudus juga telah disiagakan. Kurang lebih ada sebanyak 600 personel gabungan termasuk relawan.
"Para personel ini akan disiagakan dan siap terjun 24 jam," imbuhnya.
Eko menambahkan, saat ini masyarakat di Kabupaten Kudus telah peduli dalam memitigasi bencana.
Hal ini ditunjukkan masyarakat melalui pembentukan Desa tanggap bencana (Destana).
"Dari 132 desa di Kudus sudah terbentuk sebanyak 81 Destana," katanya.
BPBD Kudus telah memetakan wilayah yang berpotensi terjadi bencana. Bencana banjir terjadi di wilayah Kecamatan Jati, Mejobo, hingga Undaan.
Sedangkan tanah longsor berada di Kecamatan Gebog dan Dawe. (gal)
Editor : Ali Mustofa