KUDUS – Lazismu Kudus bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kudus meluncurkan Program Save Our School dengan menyerahkan bantuan sumur bor kepada TPA Aisyiyah Al Islam di Dukuh Sudimoro, Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Sabtu (1/11) pukul 08.00 WIB.
Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris PDM Kudus Zulfa Kurniawan, Ketua PDA Kudus Eni Alifah Kurnia, Ketua PCM Gebog Ngadirun, serta Moh. Inami yang menutup acara dengan doa bersama.
Suasana haru dan penuh semangat terasa saat simbolisasi penyerahan dilakukan, menandai langkah baru bagi TPA Aisyiyah dalam menyediakan fasilitas air bersih bagi para santri.
Baca Juga: POTRET Aksi Tebar 50 Ribu Benih Ikan di Gebog Kudus untuk Lestarikan Sungai
Zulfa Kurniawan menyampaikan bahwa program ini merupakan bukti nyata kepedulian Muhammadiyah terhadap keberlanjutan pendidikan dan kesehatan lingkungan.
“Bantuan sumur bor ini bukan sekadar proyek, tetapi bentuk komitmen untuk memastikan kegiatan belajar dan dakwah tetap berjalan dengan baik, tanpa hambatan kebutuhan dasar seperti air bersih,” ujarnya.
Manajer Lazismu Kudus, Ravi Tri Harvian, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari hasil survei lapangan dan laporan masyarakat.
Ditemukan bahwa sekolah tersebut mengalami keterbatasan pasokan air yang berdampak pada kebersihan lingkungan dan kenyamanan belajar anak-anak.
“Kami menemukan bahwa air bersih menjadi kendala utama di sini. Melalui Save Our School, Lazismu berupaya menjawab kebutuhan mendasar tersebut,” katanya.
Ravi menambahkan, sumur yang dibangun memiliki kedalaman 60 meter dan mampu menghasilkan debit air hingga 1.200 liter per jam.
Fasilitas ini akan melayani lebih dari 150 anak didik dan tenaga pengajar setiap harinya.
Baca Juga: Dishub Kudus Respon Keluhan Jalan Gelap
Selain itu, sumur ini juga akan menopang kegiatan TPA yang berlangsung sepanjang tahun.
Program Save Our School sendiri tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menanamkan nilai sosial dan kesadaran bersama bahwa air bersih adalah hak dasar setiap manusia.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa filantropi bukan sekadar memberi, melainkan membangun masa depan. Setiap tetes air yang hadir adalah harapan bagi generasi penerus bangsa,” imbuhnya.
Melalui dukungan para donatur, masyarakat, dan jaringan Muhammadiyah di Kudus, Lazismu berharap program ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa.
“Kami akan terus bergerak dan menghadirkan solusi nyata. Karena di setiap sumber air yang kami gali, ada kehidupan yang kami perjuangkan,” kata Ravi.
Acara seremonial ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan dan dakwah di lingkungan sekolah yang membutuhkan sarana air bersih. (dik)
Editor : Ali Mustofa